Blok Masela Buka Peluang Kerja, Maluku Gandeng Petrosea Rekrut Warga Lokal
📅 Selasa, 20 Okt 2026, 06:46 WIB | Oleh: Tim PenulisAMBON - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menggandeng PT Petrosea Tbk untuk memaksimalkan penyerapan tenaga kerja lokal dalam pekerjaan konstruksi dan penyiapan fasilitas pendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela.
Kepala Disnakertrans Provinsi Maluku M Rizal Latuconsina di Ambon, Senin (19/10), mengatakan keterlibatan perusahaan dalam proyek tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Maluku, terutama di wilayah yang berkaitan dengan pengembangan proyek.
"Kesempatan kerja yang terbuka melalui proyek Blok Masela harus dapat dimanfaatkan oleh tenaga kerja lokal. Karena itu, koordinasi antara perusahaan dan pemerintah daerah perlu diperkuat agar kebutuhan tenaga kerja dapat disesuaikan dengan ketersediaan serta kompetensi masyarakat setempat," ujar dia.
Ia menjelaskan, dalam pertemuan dengan Disnakertrans Maluku, Petrosea menyampaikan rencana perekrutan tenaga kerja lokal untuk sejumlah posisi pendukung, antara lain pembantu operasional dan tenaga topografi.
Peluang tersebut diharapkan dapat membuka akses kerja bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya, sekaligus meningkatkan keterampilan melalui alih pengetahuan dan pengalaman kerja.
Menurut Rizal, penyerapan tenaga kerja lokal perlu didukung dengan pemetaan kebutuhan tenaga kerja, koordinasi dengan dinas ketenagakerjaan di tingkat kabupaten, serta peningkatan kompetensi agar masyarakat setempat mampu memenuhi persyaratan pekerjaan yang dibutuhkan perusahaan.
“Selain membuka kesempatan kerja, kami juga menekankan pentingnya pemenuhan hak pekerja, terutama kepesertaan dalam program BPJS Ketenagakerjaan,” ujar dia.
Hal itu penting karena pekerjaan konstruksi dan penyiapan fasilitas proyek memiliki risiko kecelakaan kerja sehingga perusahaan harus memastikan perlindungan jaminan sosial serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi pekerjanya.
Ia mengatakan sinergi pemerintah dan perusahaan diperlukan agar masyarakat Maluku tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan proyek energi berskala besar tersebut, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi melalui kesempatan kerja dan peningkatan keterampilan.
Blok Masela merupakan wilayah kerja minyak dan gas bumi di Laut Arafura, lepas pantai Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dengan Lapangan Gas Abadi sebagai pusat pengembangannya.
Proyek yang dikelola INPEX Masela Ltd sebagai operator bersama mitranya, PT Pertamina Hulu Energi dan Petronas Masela Sdn. Bhd., memiliki nilai investasi yang diperkirakan mencapai 20,9 miliar dolar AS.
Pengembangan Lapangan Abadi dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) per tahun, 150 juta kaki kubik gas per hari, serta 35.000 barel kondensat per hari. Proyek tersebut ditargetkan mulai berproduksi secara komersial pada 2029.
Besarnya skala pengembangan Blok Masela membuka peluang ekonomi bagi Maluku, termasuk kebutuhan tenaga kerja dalam tahapan konstruksi dan pembangunan fasilitas pendukung. Namun, pemanfaatan peluang tersebut membutuhkan kesiapan sumber daya manusia lokal yang sesuai dengan kebutuhan industri migas.
Karena itu, koordinasi antara Disnakertrans, pemerintah kabupaten, dan perusahaan menjadi penting untuk memetakan kebutuhan pekerja, memperluas akses informasi lowongan, serta menyiapkan pelatihan sesuai kualifikasi yang dibutuhkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!