Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Longsor di Kawasan Glamping Bali, Dua Pengunjung Belum Ditemukan

3 Selasa, 03 Nov 2026, 11:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Longsor di Kawasan Glamping Bali, Dua Pengunjung Belum Ditemukan Longsor di Kawasan Glamping Bali, Dua Pengunjung Belum Ditemukan Doc: ANTARA
Ket. Kapolda Bali Inspektur Jenderal Polisi Pasma Royce (kiri) mendengar penjelasan dari Kapolres Badung AKBP Joseph Edwar Purba (kanan) saat peninjauan langsung lokasi longsor di kawasan Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, Senin (2/11/2026). /HO-Istimewa

BADUNG - Proses pencarian dua pengunjung yang diduga terkubur material longsor di kawasan wisata glamping Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali masih belum ditemukan. 

Kapolda Bali Irjen Pol. Pasma Royce meminta proses pencarian dan evakuasi dua korban tanah dimaksimalkan hingga ditemukan.

Permintaan tersebut disampaikan Kapolda Bali saat memantau langsung operasi pencarian dan evakuasi korban longsor di lokasi kejadian pada Senin (2/11).

“Kita berharap kondisi cuaca mendukung, sehingga pelaksanaan pencarian dan evakuasi dapat berjalan dengan lancar. Seluruh personel sudah bekerja keras sejak kejadian, dan upaya pencarian akan terus kita maksimalkan,” ujarnya.

Kapolda juga mengingatkan seluruh personel agar tetap mengutamakan keselamatan selama operasi berlangsung. Hal ini mengingat kondisi medan yang cukup berat serta adanya potensi longsor susulan dan peningkatan debit air sungai.

Sebelumnya, bencana tanah longsor tersebut terjadi pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 23.00 WITA. Material longsor yang menerjang kawasan Pelaga Eco Park mengakibatkan bangunan glamping hanyut terbawa arus sungai.

Sejak kejadian tim gabungan terus melakukan pencarian dengan menyisir sejumlah titik di sekitar lokasi bencana. Untuk memperluas cakupan pencarian, personel dibagi menjadi tiga tim evakuasi berdasarkan sektor dan lokasi yang telah ditentukan.

Operasi pencarian melibatkan 123 personel gabungan dan unsur masyarakat.

Kekuatan tersebut terdiri dari Basarnas Bali sebanyak 10 personel, SAR Brimob 10 personel, SAR Polda Bali 10 personel, Polres Badung 25 personel, dan Polsek Petang 20 personel.

Selain itu terdapat enam personel Damkar Badung, 10 personel BPBD Badung, 12 orang BPBD desa, serta 20 warga masyarakat Bukit Munduk Tiying, Desa Pelaga.

Dalam operasi tersebut tim gabungan juga mengerahkan sejumlah sarana pendukung, seperti  alat berat, cangkul, sekop, kapak, dan sepatu bot, untuk membantu proses pencarian serta penanganan material longsor.

Kapolda menegaskan pentingnya sinergi dan koordinasi seluruh unsur yang terlibat agar operasi pencarian berjalan optimal. Pembagian sektor pencarian, dukungan peralatan, serta kesiapan personel diharapkan dapat mempercepat upaya menemukan kedua korban.

Dalam pemantauan tersebut, Tim Polda Bali melaporkan kondisi geografis kawasan perbukitan yang berdekatan dengan aliran sungai menjadi tantangan bagi petugas. Material longsor juga masih menutupi sebagian akses jalan menuju lokasi, sehingga mobilisasi personel dan peralatan membutuhkan penanganan khusus.

Karena itu Kapolda Pasma Royce meminta personel yang terlibat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan longsor susulan maupun perubahan debit air sungai.

Dalam pemantauan tersebut, Kapolda didampingi Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, sejumlah Pejabat Utama Polda Bali, serta personel gabungan dari Polri, TNI, Basarnas, BPBD, Damkar, dan masyarakat setempat.

Hingga Senin (2/11) malam, proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel serta memaksimalkan upaya penyisiran di kawasan terdampak longsor. Hingga kini, identitas kedua korban yang hilang, belum diketahui.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.