Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tampung 350 Siswa, Sekolah Rakyat Bekasi Perkuat Misi Memutus Rantai Kemiskinan

📅 Minggu, 18 Okt 2026, 01:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tampung 350 Siswa, Sekolah Rakyat Bekasi Perkuat Misi Memutus Rantai Kemiskinan Doc: Antara
Ket. Kegiatan open house di aula Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Sabtu (17/10).

Kabupaten Bekasi - Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengenalkan program pendidikan, sistem pembelajaran, hingga pola pembinaan siswa kepada para pemangku kepentingan melalui kegiatan open house untuk memperkuat sinergi lintas sektor.

Kepala SRT 1 Kabupaten Bekasi Nilam Andini mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai karakteristik Sekolah Rakyat yang secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan desil 1 dan desil 2.

"Sekolah ini memiliki kekhususan. Siswa tidak mendaftar secara mandiri seperti di sekolah pada umumnya tetapi melalui penjaringan dengan melibatkan pihak terkait. Program ini hadir untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap memperoleh pendidikan dan pembinaan yang layak," ujarnya di Cikarang, Sabtu (17/10).

Menurut dia, Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, pendampingan, dan pengembangan potensi siswa. Melalui pendekatan tersebut, para siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan kompeten serta mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka pada masa mendatang.

Saat ini, SRT 1 Kabupaten Bekasi menampung 350 siswa dengan dukungan tenaga pendidik yang terus diperkuat, termasuk melalui kehadiran guru hasil rekrutmen Kementerian Sosial serta dukungan Pemerintah Kabupaten Bekasi pada tahap awal penyelenggaraan.

Nilam mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, mulai dari fasilitasi lokasi hingga bantuan pemenuhan kebutuhan operasional. Ia berharap penambahan jumlah siswa pada tahun berikutnya diimbangi dengan penguatan sumber daya manusia serta dukungan sarana dan prasarana.

"Kami berharap pemerintah daerah hingga dunia usaha bisa berkontribusi sesuai bidang masing-masing, seperti pelatihan vokasi dan pengembangan keterampilan. Harapannya, setelah lulus anak-anak memiliki bekal untuk bekerja, membantu keluarganya dan tidak kembali terjebak dalam kemiskinan," katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Nur Laela mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses pendidikan bagi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.

Ia menilai kebutuhan keluarga kurang mampu tidak terbatas pada pemenuhan sandang dan pangan, tetapi juga mencakup pendidikan sebagai kebutuhan dasar untuk membangun masa depan anak-anak. Melalui pendidikan, mereka diharapkan memiliki kompetensi, kemandirian, dan peluang untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.

"Melalui sekolah rakyat, anak-anak kita diharapkan memiliki kompetensi yang dibanggakan keluarga sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Kami juga berharap dukungan pemerintah pusat hingga dunia usaha agar manfaat program ini semakin luas," ujarnya.

Nur Laela menambahkan penyelenggaraan Sekolah Rakyat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Dukungan perangkat daerah, termasuk dalam pemenuhan sarana dan prasarana, layanan pendukung, serta kebutuhan teknis lainnya, diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi siswa.

Melalui kegiatan open house tersebut, sinergi antara pengelola sekolah, pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha diharapkan semakin kuat. Kolaborasi itu penting agar pendidikan yang diperoleh siswa dari keluarga kurang mampu dapat berlanjut pada peningkatan keterampilan, kemandirian ekonomi, serta kesempatan memperoleh pekerjaan setelah lulus.

"Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi diharapkan tidak sekadar menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, pemberdayaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia," kata Nur Laela.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Daerah
Tari Jaipong Harus Dilestar...
Advertisement
Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.