Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Minerba Convex 2026, Bahlil: Hilirisasi Bukan Cuma untuk Jakarta, Daerah Harus Kebagian Kue Tambang!

3 Selasa, 03 Nov 2026, 10:24 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Minerba Convex 2026, Bahlil: Hilirisasi Bukan Cuma untuk Jakarta, Daerah Harus Kebagian Kue Tambang! Minerba Convex 2026, Bahlil: Hilirisasi Bukan Cuma untuk Jakarta, Daerah Harus Kebagian Kue Tambang! Doc: Antara
Ket. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi / Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi membuka Minerba Convex 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (2/11)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi / Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi membuka Minerba Convex 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (2/11).

Dalam sambutannya, Bahlil menegaskan hilirisasi harus dijalankan dengan prinsip keadilan. Menurutnya, hilirisasi tidak hanya untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam (SDA) dan memperkuat penerimaan negara, tetapi juga harus membuka kesempatan lebih luas bagi pengusaha daerah dan masyarakat.

"Prinsipnya, hilirisasi harus dijalankan, tetapi hilirisasi yang berkeadilan. Sejak saya menjadi Menteri ESDM, sudah banyak kebijakan yang kami buat untuk berpihak kepada pengusaha daerah dan rakyat," ujar Bahlil.

Ia mengungkapkan pengusaha daerah kerap kesulitan mengakses perizinan, bahkan untuk bertemu pihak verifikator.

"Saya pernah mengatakan, kalau semuanya harus melalui tender, saya akan pindah menjadi pengusaha. Jangankan bertemu Menteri, bertemu verifikator saja susahnya minta ampun bagi pengusaha daerah. Saya pernah mengalami sendiri," imbuhnya.

Bahlil menekankan penguatan hilirisasi perlu disertai pemerataan kesempatan berusaha agar manfaat ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada perusahaan besar. Keterlibatan pengusaha daerah, tenaga kerja lokal, kontraktor, dan pemasok di sekitar wilayah tambang dinilai penting untuk memperluas dampak ekonomi.

"Kita ingin orang daerah juga menjadi subjek dan objek pembangunan. Mereka harus bisa mengelola sumber daya alam yang ada di daerahnya sendiri," ungkap Bahlil.

*Industri Minerba Bina Ribuan UMKM*

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno menyampaikan pemberdayaan masyarakat harus menjadi bagian dari tata kelola pertambangan.

"Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perlu diarahkan agar masyarakat memiliki kapasitas, kemandirian ekonomi, dan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi di sekitar wilayah tambang," ucap Tri.

Pemerintah terus mendorong pelaksanaan PPM melalui berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, peningkatan pendapatan dan pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial budaya, partisipasi masyarakat, kelembagaan, hingga pembangunan infrastruktur.

"Keberhasilan pertambangan juga harus dirasakan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi. Saat ini, terdapat lebih dari 2.587 UMKM binaan badan usaha mineral dan batu bara," imbuhnya.

Ketua Panitia Minerba Convex 2026 Catur Gunadi mengatakan sektor pertambangan berada pada momentum penting di tengah dinamika regulasi, tuntutan hilirisasi, dan transisi energi. Pengembangan industri perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat.

"Minerba Convex menjadi ruang dialog kebijakan, wadah kolaborasi industri, sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat. Kami ingin sektor pertambangan tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga mendorong masyarakat di daerah lingkar tambang untuk naik kelas," ucap Catur.

Minerba Convex 2026 menghadirkan konferensi, forum diskusi, pameran, coaching clinic, edukasi, dan business matching. Kegiatan tersebut diharapkan mempertemukan pemangku kepentingan untuk membahas tantangan industri, memperkuat kolaborasi, serta membuka peluang pengembangan usaha lokal.

Ajang ini diikuti oleh 98 pembicara, 48 peserta pameran, dan 30 sponsor, dengan jumlah pengunjung ditargetkan lebih dari 17.000 orang. Melalui kegiatan ini, sektor mineral dan batu bara diharapkan dapat memperkuat kontribusinya terhadap penerimaan negara sekaligus mendorong pemerataan manfaat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah lingkar tambang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.