Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri Perdagangan: Faktor Cuaca Jadi Penyebab Kenaikan Harga Cabai

3 Selasa, 03 Nov 2026, 14:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menteri Perdagangan: Faktor Cuaca Jadi Penyebab Kenaikan Harga Cabai Menteri Perdagangan: Faktor Cuaca Jadi Penyebab Kenaikan Harga Cabai Doc: ANTARA
Ket. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat ditemui wartawan usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas), di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/10/2026).

JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan faktor cuaca menjadi penyebab kenaikan harga kelompok cabai di berbagai daerah.

Faktor cuaca berupa kemarau panjang itu berdampak terhadap penurunan produksi.

“Memang cabai rawit, kemudian cabai keriting, cabai rawit merah sedikit mengalami kenaikan. Itu karena memang faktor cuaca,” kata Budi saat ditemui usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas), di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (03/11).

Hingga awal November 2026, harga rata-rata cabai rawit merah sempat tembus Rp124.400 per kilogram (kg) atau naik 23,72 persen. Jauh di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) sebesar Rp57.000 per kg.

Kemudian harga cabai merah keriting naik sekitar 21,17 persen menjadi Rp101.900-Rp105.600 per kg, diikuti cabai merah besar yang naik menjadi Rp91.250 per kg.

Sementara itu, cabai rawit hijau harganya turun tipis ke Rp52.500 per kg

Meski demikian, Budi mengatakan harga sejumlah komoditas pangan sebenarnya masih stabil secara nasional. Namun, distribusi yang belum merata, sehingga menyebabkan harga di sejumlah daerah mengalami kenaikan.

Guna mengatasi persoalan tersebut, pemerintah berupaya membantu pengiriman komoditas dari daerah yang mengalami surplus ke wilayah yang membutuhkan pasokan.

“Walaupun demikian kan tetap ada yang surplus, karena cabai ini diproduksi di daerah tertentu. Makanya kemarin yang kita lakukan adalah dengan membantu pengiriman,” ujarnya pula.

Mendag menyampaikan pihaknya telah mengirim pasokan cabai 7 ton dari Jawa Timur ke Halmahera sebagai langkah menstabilkan harga.

“Kemarin kita ngirim (cabai) ke Halmahera ya, kan kita ngirim 7 ton dari Jawa Timur, karena Jawa Timur surplus cabai. Jadi kerja sama kita dengan Bappanas, kerja sama dengan BI dan pemerintah daerah,” ujarnya pula.

Ia mencontohkan, upaya serupa juga dilakukan untuk komoditas telur ayam ras. Pasokan telur secara nasional masih surplus, tetapi kendala distribusi menyebabkan harga di sejumlah daerah relatif tinggi.

"Apalagi telur ini sekarang kan harga rerata nasional itu Rp26.400 per kg. Harga acuan kan Rp30.000. Artinya, sementara ada daerah tertentu yang distribusinya agak susah itu naik. Sehingga kita akan kirim ke daerah-daerah yang harganya lebih tinggi sehingga harga menjadi stabil," ujar Budi Santoso.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia per 3 November 2026, harga cabai rawit merah tercatat sebesar Rp90.850 per kilogram, turun 9,47 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Cabai merah keriting berada di level Rp85.100 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau sebesar Rp74.750 per kilogram atau turun 6,21 persen.

Sementara itu, harga cabai merah besar tercatat Rp67.400 per kilogram, turun 7,35 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DPRD DKI Anggarkan Rp1,5 Tr...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Malaysia Berulah, Tindakan Curangnya Sangat Merugikan Indonesia

Malaysia Berulah, Tindakan Curangnya Sangat Merugikan Indonesia

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.