Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR RI Berharap Kebijakan Perpajakan Turut Perhatikan Aspek Daya Beli Perempuan

3 Selasa, 03 Nov 2026, 15:25 WIB | Oleh:
DPR RI Berharap Kebijakan Perpajakan Turut Perhatikan Aspek Daya Beli Perempuan DPR RI Berharap Kebijakan Perpajakan Turut Perhatikan Aspek Daya Beli Perempuan Doc: Fraksi PKS
Ket. Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Anis Byarwati

JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Anis Byarwati, menilai pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap pembalut perlu mempertimbangkan kemampuan daya beli perempuan. Menurut dia, produk sanitasi menstruasi merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan kebersihan perempuan.

Anis mengatakan, kebijakan perpajakan tidak hanya perlu memperhatikan aspek penerimaan negara, tetapi juga dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Hal tersebut penting karena kebutuhan produk sanitasi menstruasi tidak dapat dipisahkan dari proses biologis perempuan.

“Pembalut bukan barang mewah. Ini merupakan kebutuhan dasar perempuan yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan kebersihan. Menstruasi adalah proses biologis yang tidak bisa dihindari,” ujar Anis dalam keterangan pers tertulis, Selasa (3/11).

Ia menjelaskan, pengenaan PPN efektif 11 persen terhadap pembalut merupakan konsekuensi ketentuan perpajakan yang berlaku. Namun, pemerintah dinilai tetap memiliki ruang untuk mengevaluasi kebijakan dengan mempertimbangkan aspek keadilan sosial.

Menurut Anis, dampak pajak konsumsi dapat dirasakan berbeda oleh setiap kelompok masyarakat. Perempuan berpenghasilan rendah, pekerja informal, dan perempuan kepala keluarga berpotensi menghadapi beban pengeluaran lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sanitasi menstruasi.

Sebagai anggota Komisi XI DPR RI, Anis mendorong Kementerian Keuangan mengkaji kemungkinan pemberian fasilitas pembebasan PPN bagi produk sanitasi menstruasi. Kajian tersebut diharapkan mempertimbangkan keseimbangan antara penerimaan negara dan manfaat sosial bagi masyarakat.

Ia menambahkan, kebijakan fiskal yang baik perlu memperhatikan keadilan sekaligus menjaga kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan dasarnya. Akses terhadap produk sanitasi menstruasi juga menjadi bagian penting dalam mendukung kesehatan dan kualitas hidup perempuan.

“Optimalisasi penerimaan negara harus berjalan seiring dengan prinsip keadilan. Ada kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam kebijakan perpajakan,” ucap dia.

Anis berharap pemerintah membuka ruang evaluasi terhadap pengenaan PPN pembalut dengan mempertimbangkan manfaat dan dampaknya bagi masyarakat. Menurutnya, perhatian terhadap kebutuhan dasar perempuan merupakan bagian dari upaya menghadirkan kebijakan fiskal yang lebih berkeadilan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DPRD DKI Anggarkan Rp1,5 Tr...
Luar Negeri
Mayoritas Warga Australia C...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Malaysia Berulah, Tindakan Curangnya Sangat Merugikan Indonesia

Malaysia Berulah, Tindakan Curangnya Sangat Merugikan Indonesia

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.