Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mesin Pendingin Diretas, Italia Ingatkan Industri Pangan Waspada Serangan Siber

3 Selasa, 03 Nov 2026, 16:23 WIB | Oleh:
Mesin Pendingin Diretas, Italia Ingatkan Industri Pangan Waspada Serangan Siber Mesin Pendingin Diretas, Italia Ingatkan Industri Pangan Waspada Serangan Siber Doc: AFP/Antoine Boureau/Hans Lucas/Getty Images

ISTANBUL - Badan Keamanan Siber Nasional Italia, Senin (2/11), mendesak peritel besar, operator logistik pangan, dan perusahaan pendingin industri untuk memperkuat langkah-langkah keamanan menyusul serangkaian serangan siber di beberapa negara Eropa.

Peringatan tersebut muncul setelah serangan siber terhadap sistem pendingin berdampak pada setidaknya empat supermarket Coop di Sisilia, yang menyebabkan bahan pangan menjadi rusak, menurut laporan kantor berita Italia, ANSA.

Giuseppe Spadaro, manajer umum grup Radenza, perusahaan yang mengoperasikan supermarket dengan merek Coop, mengatakan bahwa setidaknya tiga gerai di Catania dan satu gerai di Palermo menjadi sasaran.

Serangan tersebut mengubah pengaturan suhu pada sistem pendingin, sehingga suhu di etalase pendingin makanan meningkat hingga melampaui batas aman.

"Serangan terjadi pada pukul 4 pagi. Kami sedang melakukan penilaian terhadap kerusakan yang ditimbulkan. Untuk beberapa kasus, masalah tersebut telah berhasil kami atasi," kata Spadaro.

Dia menambahkan bahwa pihak perusahaan telah menghubungi Badan Keamanan Siber Nasional dan mengaktifkan protokol untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kepolisian pos (polisi khusus kejahatan siber) Italia sedang menyelidiki asal serta cakupan serangan tersebut, termasuk kemungkinan adanya keterkaitan dengan insiden serupa di negara-negara Eropa lainnya.

Sebuah pertemuan yang dipimpin oleh Alfredo Mantovano, wakil menteri untuk perdana menteri, dijadwalkan berlangsung pada Selasa di Palazzo Chigi.

Pertemuan tersebut diperkirakan akan dihadiri oleh para kepala badan intelijen Italia serta direktur Badan Keamanan Siber Nasional.

Insiden itu menyusul gangguan pada sistem pendingin yang sebelumnya dilaporkan terjadi di Belgia, Swedia, Luksemburg, Estonia, Belanda, dan Irlandia.

Jaksa federal Belgia telah memulai penyelidikan setelah sejumlah supermarket melaporkan bahwa pelaku secara jarak jauh mengaktifkan pengaturan pencairan es, yang menyebabkan suhu di dalam sistem pendingin naik melebihi batas yang diizinkan.

Komisaris Pertanian dan Pangan Uni Eropa, Christophe Hansen, menyebut insiden tersebut sebagai "upaya sengaja untuk mengganggu rantai pasok pangan kita dan merusak kepercayaan konsumen."

Hansen menyatakan akan mengangkat masalah tersebut dalam pertemuan dengan para komisaris lainnya dalam waktu dekat. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mabes Polri Belum Beri Penjelasan Isu Penangkapan Jenderal dan Petinggi Polri lainnya   

Mabes Polri Belum Beri Penjelasan Isu Penangkapan Jenderal dan Petinggi Polri lainnya  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.