Antrean Panjang di SPBU, Bupati Kubu Raya Minta Pertamina Lakukan Mitigasi
📅 Selasa, 13 Okt 2026, 14:04 WIB | Oleh: Tim PenulisPONTIANAK – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, meminta Pertamina segera melakukan mitigasi untuk mengatasi antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) agar tidak semakin membebani masyarakat.
"Jauh-jauh hari saya sudah mengingatkan agar stok BBM berbagai jenis di masing-masing SPBU dijaga. Pertamina yang mengetahui secara persis kondisi stok tersebut, sehingga tidak ada alasan untuk tidak melakukan mitigasi," kata Sujiwo di Kubu Raya, Selasa (13/10).
Ia mengatakan Pertamina perlu memastikan ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) di setiap SPBU serta menyiapkan langkah antisipasi untuk mencegah kelangkaan dan antrean berkepanjangan.
Menurut dia, persoalan antrean BBM harus segera ditangani karena masyarakat tengah menghadapi berbagai tekanan ekonomi, mulai dari tingginya harga bahan pokok, persoalan pasokan gas, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, hingga gangguan pasokan listrik.
"Situasi ekonomi rakyat sedang sulit. Persoalan kabut asap belum sepenuhnya tuntas, masyarakat juga menghadapi persoalan harga bahan pokok, gas, dan pemadaman listrik. Jangan sampai persoalan BBM ini justru menambah beban masyarakat," ujarnya.
Sujiwo juga menyoroti kendala distribusi BBM yang sebelumnya dikaitkan dengan kondisi perairan sehingga kapal pengangkut BBM mengalami kesulitan bersandar. Ia meminta Pertamina memastikan distribusi kembali berjalan lancar setelah kondisi perairan dinilai normal.
“Kalau kemarin persoalannya kapal tidak bisa bersandar karena faktor air. Sekarang kondisi air sudah normal, maka mitigasi harus dilakukan, termasuk langkah-langkah preventif agar antrean panjang ini tidak terus terjadi,” katanya.
Selain meminta Pertamina melakukan langkah antisipasi, Sujiwo akan meminta kepolisian mengawasi distribusi dan pembelian BBM di lapangan, termasuk menindaklanjuti laporan mengenai dugaan penggunaan tangki modifikasi atau yang dikenal sebagai tangki siluman pada kendaraan roda dua maupun roda empat.
Ia menegaskan informasi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut oleh pihak berwenang untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam pembelian BBM.
“Saya juga meminta bantuan pihak kepolisian untuk melakukan pengawasan. Ada laporan yang saya terima terkait dugaan tangki-tangki siluman, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika memang ditemukan pelanggaran, tentu harus ditertibkan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Sujiwo berharap Pertamina, kepolisian, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya berkoordinasi mencari solusi konkret agar pasokan BBM terjaga dan distribusinya berlangsung tertib serta tepat sasaran.
Ia mengingatkan penanganan yang lambat berpotensi memicu keresahan masyarakat sehingga langkah pencegahan harus diprioritaskan sebelum persoalan berkembang lebih luas.
“Pernyataan saya ini mohon ditanggapi dengan serius. Mari kita bersama-sama mencari solusi dan melakukan upaya preventif. Jangan sampai persoalan ini dibiarkan hingga berdampak negatif bagi masyarakat, bangsa dan negara, termasuk Kabupaten Kubu Raya,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!