Sudah 99 Persen, Kilang Balikpapan Siap Pangkas Impor BBM 25 Persen
📅 Jumat, 23 Okt 2026, 18:35 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: esdm.go.id
BALIKPAPAN - Proyek raksasa untuk mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) di Kilang Balikpapan hampir selesai. Progresnya sudah 99 persen dan jadi tumpuan pemerintah untuk melepas ketergantungan pada BBM impor.
Hal itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat meninjau langsung Kilang Balikpapan, Kamis (22/10). Kunjungan dilakukan usai meresmikan gas Jangkrik North East #6 dan Lapangan Maha di lepas pantai Kalimantan Timur.
"Untuk RDMP keseluruhan sudah 99%, sudah selesai. Cuman perintil-perintilnya lah. Barang baru kan ada karet-karetnya. Tapi insyaallah kita akan selesaikan," kata Bahlil.
Sisa pekerjaan hanya penyesuaian teknis dan commissioning agar kilang bisa beroperasi optimal.
Kilang Balikpapan adalah Proyek Strategis Nasional dengan investasi 7,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp126 triliun, investasi BUMN terbesar di satu lokasi. Jika beroperasi penuh, kilang ini bisa memenuhi 22 hingga 25 persen kebutuhan BBM nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Artinya, hampir seperempat kebutuhan BBM dalam negeri tidak perlu lagi impor. Ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian energi.
Sambil menunggu kilang beroperasi penuh, Bahlil memastikan stok BBM nasional aman. Pertalite cukup 16-18 hari, BBM RON 92, 95, 98 di atas 20 hari. Solar sudah tidak impor lagi karena kebutuhan nasional sudah terpenuhi.
Untuk BBM subsidi, Bahlil minta Pertamina mengawal ketat distribusinya agar tepat sasaran. Pengawasan dilakukan bersama pemda dan aparat TNI/Polri untuk menindak penimbun.
Bahlil juga mengakui ada tantangan distribusi. Fenomena El Nino bikin Sungai Kapuas di Kalbar dangkal, sehingga pengiriman BBM sempat terganggu. Solusinya, Pertamina pakai kapal sebagai floating storage lalu salurkan lewat darat.
Dengan Kilang Balikpapan yang segera beroperasi penuh, pemerintah optimistis pasokan BBM lebih kuat dan impor BBM bisa terus dipangkas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!