Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Solusi Atasi Kelangkaan Cip, Produsen Ponsel Mulai Gunakan DRAM Daur Ulang Perangkat Bekas

📅 Jumat, 23 Okt 2026, 15:07 WIB | Oleh:
Solusi Atasi Kelangkaan Cip, Produsen Ponsel Mulai Gunakan DRAM Daur Ulang Perangkat Bekas Doc: ANTARA/Pexels-Sergei Starostin
Ket. Ilustrasi memori.

JAKARTA - Produsen ponsel pintar dilaporkan mulai mengadopsi langkah alternatif dengan memanfaatkan Dynamic Random-Access Memory (DRAM) daur ulang dari perangkat bekas guna mengatasi kelangkaan cip memori global dan menjaga keberlanjutan produksi.

Dilansir dari laporan Gizmochina pada Kamis (22/10) waktu setempat, menurut lembaga riset Counterpoint Research, sejumlah merek ponsel pintar asal Tiongkok sempat memangkas target produksi dan menekan biaya pada kuartal kedua 2026 akibat lonjakan harga serta ketidakstabilan pasokan memori.

Namun, mendekati akhir kuartal ketiga, beberapa pabrikan kembali menaikkan target produksi berkat ketersediaan cip DRAM daur ulang yang diambil dari ponsel, komputer, hingga server lama.

Cip memori bekas tersebut dilepas, dibersihkan, diuji kelayakannya secara ketat, lalu dipasang pada ponsel pintar baru. Sejumlah produsen dilaporkan mempertimbangkan untuk mengalokasikan penggunaan cip DRAM daur ulang ini secara khusus bagi model gawai kelas terjangkau (budget).

Kendati dapat mengamankan target produksi, penggunaan komponen bekas ini disebut memicu kekhawatiran terkait tingkat keandalan gawai dalam jangka panjang.

Cip memori yang telah beroperasi selama lima hingga enam tahun rentan mengalami degradasi sel, yang berisiko meningkatkan potensi kesalahan data serta penurunan kinerja perangkat keras.

Krisis kelangkaan cip memori ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga melampaui tahun 2027.

Produsen memori utama seperti Samsung Electronics dan SK Hynix saat ini mengalihkan fokus produksi ke produk memori bermargin tinggi untuk kebutuhan kecerdasan artifisial (AI) dan aplikasi High-Bandwidth Memory (HBM), sehingga mengurangi pasokan untuk industri ponsel pintar.

Counterpoint Research menilai penggunaan DRAM daur ulang ini sekadar sebagai solusi darurat jangka pendek, alih-alih mengatasi masalah secara permanen, yang mencerminkan betapa parahnya krisis kelangkaan komponen saat ini. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.