Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Inflasi AS Melonjak Jelang Pemilu, The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga

28 Rabu, 28 Okt 2026, 12:55 WIB | Oleh: Tim Penulis

"Jika ada alasan untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan sebelumnya, menurut saya alasan ekonomi untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan kali ini juga sama kuatnya."

The Fed memiliki mandat ganda, yakni menjaga tingkat penyerapan tenaga kerja semaksimal mungkin sekaligus mempertahankan inflasi pada target jangka panjangnya.

Bank sentral tersebut menjalankan mandat itu terutama melalui satu instrumen, yaitu suku bunga acuan. Kenaikan suku bunga cenderung meredam inflasi, tetapi juga dapat memperlambat aktivitas ekonomi. Sebaliknya, penurunan suku bunga dapat mendorong aktivitas ekonomi, tetapi juga berisiko memicu inflasi.

Tingkat pengangguran AS relatif stabil di sekitar 4,2 persen selama setahun terakhir, sementara pertumbuhan lapangan kerja sebagian besar tetap positif, meskipun didorong oleh sejumlah sektor tertentu.

Mantan Kepala Federal Reserve Bank of Cleveland Loretta Mester sependapat bahwa kondisi ekonomi saat ini memberikan kesempatan bagi para pembuat kebijakan untuk melanjutkan kenaikan suku bunga.

"Manfaatkan kondisi yang ada saat ini, ketika terdapat bukti yang cukup jelas mengenai stabilitas pasar tenaga kerja dan bukti nyata bahwa inflasi masih terlalu tinggi," katanya.

"Lakukan langkah tersebut, mengingat Anda tahu bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut diperlukan. Manfaatkan kesempatan dalam pertemuan kali ini."

Mester, yang pernah mengikuti rapat FOMC selama menjabat di The Fed, menegaskan bahwa komite tersebut tidak "mempertimbangkan persoalan politik dalam bentuk apa pun" ketika membahas kebijakan moneter.

Meski demikian, Trump terus membayangi The Fed sejak kembali berkuasa tahun lalu.

Pada masa jabatan keduanya, Trump melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap independensi bank sentral tersebut. Ia mendorong proses hukum pidana terhadap pendahulu Warsh, Jay Powell, serta berupaya memecat Gubernur The Fed Lisa Cook ketika menuntut penurunan suku bunga.

Penyelidikan terhadap Powell dihentikan untuk memperlancar proses konfirmasi Warsh di Senat. Namun, Gedung Putih baru-baru ini kembali mengintensifkan upaya untuk memecat Cook, meskipun Mahkamah Agung sebelumnya menolak upaya serupa.

"Saya tidak berpikir hal itu akan berhenti karena menurut saya, serangan-serangan tersebut merupakan bagian dari karakter pemerintahan ini," kata Mester.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Sedang Viral! Diaspora Indo...

Dishub Tangsel Tindak Parkir Liar yang Kian Menjamur

16 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Dishub Tangsel Tindak Parki...
Nasional
BMKG: Cuaca Panas Indonesia...

Menbud Ajak Masyarakat Rawat Persatuan Bangsa

26 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menbud Ajak Masyarakat Rawa...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.