Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Jelang Nataru, Kementan Pastikan Pasokan Beras Aman hingga 10 Bulan ke Depan

26 Senin, 26 Okt 2026, 15:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Jelang Nataru, Kementan Pastikan Pasokan Beras Aman hingga 10 Bulan ke Depan Jelang Nataru, Kementan Pastikan Pasokan Beras Aman hingga 10 Bulan ke Depan Doc: istimewa
Ket. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut cadangan beras pemerintah (CBP) di Perum Bulog saat ini mencapai sekitar 4,5 juta ton. Dia memastikan pasokan beras nasional menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) aman dan mencukupi hingga 10 bulan ke depan

JAKARTA -Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan beras nasional dalam kondisi aman dan mencukupi hingga 10 bulan ke depan.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut cadangan beras pemerintah (CBP) di Perum Bulog saat ini mencapai sekitar 4,5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.

"Insyaallah stok kita aman, aman sampai bulan Juli. Stok kita tertinggi sepanjang sejarah saat ini," kata Mentan Amran dalam Rakor Terbatas Pangan di Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Menurut Mentan, ketahanan pasokan beras menjelang Nataru tidak hanya ditopang stok Bulog, tetapi juga produksi yang masih di lahan (standing crop) sekitar 10 juta ton dan stok yang beredar di masyarakat termasuk sektor hotel, restoran, dan katering (horeka) sekitar 10 juta ton.

Dengan total ketersediaan sekitar 25 juta ton dan kebutuhan nasional 2,5 juta ton per bulan, maka pasokan diperkirakan aman hingga Juli-Agustus 2027.

"Kalau 25 juta ton dibagi kebutuhan 2,5 juta per bulan, berarti itu bisa untuk 10 bulan ke depan. Artinya sampai bulan Juli-Agustus aman," terangnya.

Mentan menegaskan Indonesia mempertahankan swasembada beras berkelanjutan selama dua tahun pemerintahan tanpa impor. Tahun lalu tidak impor, tahun ini juga tidak impor.

Untuk mengantisipasi ancaman El Nino jelang akhir tahun, Kementan telah menyiapkan langkah pompanisasi, optimalisasi lahan (oplah), perbaikan irigasi, hingga penggunaan benih tahan kekeringan.

"El Nino tidak perlu mengkhawatirkan karena kita sudah mengantisipasi sebelumnya," ungkapnya.

Dengan cadangan yang kuat dan produksi yang terus berjalan, pemerintah optimistis kebutuhan beras masyarakat tetap terjaga selama periode Nataru dan seterusnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang akan Ditindak Selama Operasi Patuh Jaya 2026

Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang akan Ditindak Selama Operasi Patuh Jaya 2026

26 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.