Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Demensia Kini Jadi Penyebab Kematian Nomor Satu di Australia

28 Rabu, 28 Okt 2026, 15:16 WIB | Oleh:
Demensia Kini Jadi Penyebab Kematian Nomor Satu di Australia Demensia Kini Jadi Penyebab Kematian Nomor Satu di Australia Doc: AFP

SYDNEY - Biro Statistik Australia (Australian Bureau of Statistics/ABS) menyatakan bahwa 19.019 orang meninggal akibat demensia pada 2025, yang mencakup 10,1 persen dari seluruh kematian yang tercatat, naik dari 18.291 pada 2024.

Penyakit jantung iskemik tetap menjadi penyebab kematian nomor dua, yang merenggut 16.228 nyawa, atau 8,6 persen dari total angka kematian, dengan tingkat kematian turun ke level terendah sejak pencatatan resmi dimulai pada 1968.

Penyakit serebrovaskular, kanker paru-paru, dan penyakit saluran pernapasan bagian bawah kronis melengkapi lima penyebab utama kematian, yang secara keseluruhan mencakup 33,3 persen dari semua kasus kematian yang tercatat.

Sebanyak 188.421 kasus kematian tercatat di seluruh Australia pada 2025, meningkat 1.153 kasus dari tahun sebelumnya. Namun, angka kematian yang disesuaikan berdasarkan usia turun dari 507,8 menjadi 495,5 kematian per 100.000 orang, yang menunjukkan adanya pergerakan kembali menuju tren kematian seperti sebelum pandemi, demikian menurut ABS.

Selama satu dekade terakhir, angka kematian akibat demensia meningkat sebesar 37,3 persen, sementara angka kematian akibat penyakit jantung iskemik dan penyakit serebrovaskular masing-masing menurun sebesar 16,2 persen dan 12,1 persen.

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa kecelakaan akibat terjatuh secara tidak sengaja naik menjadi penyebab kematian ketujuh pada 2025, dengan 5.519 korban jiwa, meningkat 59,5 persen dibandingkan pada 2016.

Sementara itu, influenza dan pneumonia menyebabkan 4.382 kematian, menempati peringkat ke-11 di antara penyebab utama kematian dan mencakup 2,3 persen dari seluruh angka kematian.

Menurut ABS, tingkat kematian pria yang disesuaikan berdasarkan usia turun ke level terendah sepanjang sejarah, yaitu 581,3 kematian per 100.000 orang pada 2025. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Inggris Berencana Hidupkan ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.