Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Inflasi AS Melonjak Jelang Pemilu, The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga

28 Rabu, 28 Okt 2026, 12:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Inflasi AS Melonjak Jelang Pemilu, The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Inflasi AS Melonjak Jelang Pemilu, The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Doc: AFP
Ket. Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan awal bulan ini bahwa kondisi ekonomi AS secara umum sesuai dengan perkiraan para pembuat kebijakan setelah kenaikan suku bunga terakhir.

WASHINGTON - Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), akan mengumumkan keputusan suku bunga pada Rabu (28/10), dengan pasar memperkirakan bank sentral itu akan mempertahankan suku bunga menjelang pemilihan paruh waktu yang krusial, meskipun inflasi melonjak.

The Fed akan mengumumkan keputusan 12 anggota pemilik hak suara Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada pukul 14.00 waktu setempat (pukul 18.00 GMT) pada Rabu. Pengumuman tersebut akan dilanjutkan dengan konferensi pers oleh Ketua The Fed Kevin Warsh.

Dalam pertemuan terakhir pada September, para pembuat kebijakan memutuskan menaikkan suku bunga ke kisaran 3,75 hingga 4,00 persen. Kenaikan tersebut merupakan yang pertama dalam tiga tahun terakhir dan bertujuan mengatasi inflasi.

The Fed telah gagal mencapai target inflasi jangka panjang sebesar dua persen selama lebih dari lima tahun, sementara rumah tangga dan pelaku usaha terus terbebani oleh kenaikan harga yang berkepanjangan.

Perang Presiden AS Donald Trump terhadap Iran, yang dimulai pada akhir Februari, telah mendorong harga energi melonjak dan memicu inflasi domestik, bersamaan dengan kebijakan tarifnya yang luas.

Kenaikan harga juga didorong oleh lonjakan investasi dalam teknologi kecerdasan buatan (AI) serta pembangunan pusat data berskala besar untuk mendukung teknologi tersebut.

Keputusan The Fed diumumkan enam hari sebelum pemilihan paruh waktu pada 3 November, ketika Partai Demokrat berupaya merebut kendali kedua kamar Kongres dari Partai Republik pimpinan Trump.

Penanganan ekonomi oleh Trump menjadi isu utama sepanjang kampanye, sementara rumah tangga kelas pekerja di seluruh negeri kesulitan memenuhi kebutuhan hidup meskipun pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan relatif stabil.

Inflasi konsumen AS pada September tercatat lebih tinggi dari perkiraan, yakni sebesar 3,7 persen, mendekati kembali level tertinggi dalam tiga tahun yang tercatat pada Mei.

Meski demikian, sejumlah pejabat penting The Fed, termasuk Ketua Kevin Warsh, telah mengisyaratkan bahwa belum ada kebutuhan mendesak untuk kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Saat berbicara di Bangkok awal bulan ini, Warsh mengatakan kondisi ekonomi AS secara umum telah "sesuai dengan perkiraan" para pembuat kebijakan. Pernyataan tersebut memicu spekulasi bahwa The Fed mungkin akan menahan suku bunga pada pertemuan Oktober.

Isyarat Pertahankan

Wendy Edelberg, peneliti senior di Brookings Institution, mengatakan kepada AFP bahwa semua indikasi mengarah pada keputusan mempertahankan suku bunga.

"Saya akan sangat terkejut jika mereka menaikkan suku bunga, pertama-tama karena waktunya sangat dekat dengan pemilu, tetapi juga karena begitu banyak dari mereka telah mengisyaratkan bahwa mereka nyaman untuk menghentikan sementara kenaikan suku bunga," katanya.

Namun, menurut Edelberg, keputusan mempertahankan suku bunga setelah menaikkannya pada September berpotensi menimbulkan kontradiksi, mengingat pasar tenaga kerja, yang merupakan mandat lain The Fed, relatif stabil.

"Dari sisi ekonomi, saya tidak sepenuhnya memahami logikanya," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Sedang Viral! Diaspora Indo...

Dishub Tangsel Tindak Parkir Liar yang Kian Menjamur

16 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Dishub Tangsel Tindak Parki...
Nasional
BMKG: Cuaca Panas Indonesia...

Menbud Ajak Masyarakat Rawat Persatuan Bangsa

26 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menbud Ajak Masyarakat Rawa...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.