Perkebunan RI Ditantang Naik Kelas, Hilirisasi Jadi Senjata Bersaing Global
📅 Jumat, 23 Okt 2026, 20:45 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet memacu hilirisasi perkebunan untuk meningkatkan daya saing melalui pemanfaatan hasil riset dan inovasi menjadi produk bernilai tambah yang mampu bersaing di pasar global.
"Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian Pertanian memperkuat kolaborasi antara balai, perguruan tinggi, dan industri, termasuk dalam pengembangan komoditas kopi dan kakao," kata Wamentan terkonfirmasi di Jakarta, Jumat (23/10).
Wamentan melakukan kunjungan kerja ke Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Industri dan Penyegar (BRMP TRI) di Sukabumi, Jawa Barat.
Dia menyampaikan, kunjungan tersebut untuk melihat langsung potensi fasilitas, lahan, serta hasil inovasi yang dapat dikembangkan untuk mendukung program strategis nasional, khususnya penguatan hilirisasi produk pertanian.
Ia menuturkan dirinya mendapat tugas untuk mengakselerasi pembangunan melalui pemanfaatan hasil riset dan perakitan agar lebih cepat menghasilkan inovasi yang siap diterapkan.
Menurut dia, percepatan tersebut membutuhkan kolaborasi yang lebih erat dengan perguruan tinggi serta berbagai lembaga terkait sehingga inovasi dapat segera diadopsi menjadi teknologi unggul yang mendukung hilirisasi perkebunan dan peningkatan daya saing.
“Kita perlu mendorong kolaborasi yang lebih erat, khususnya dengan perguruan tinggi dan lembaga terkait, sehingga inovasi yang dihasilkan bisa lebih cepat diadopsi menjadi teknologi yang unggul,” ujar Alim.
Dia mengatakan, hasil inovasi yang telah dikembangkan BRMP TRI perlu dihubungkan dengan kebutuhan industri agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
"Kolaborasi menjadi kunci untuk mempercepat adopsi teknologi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan," ucapnya.
Ia menilai komoditas seperti kopi dan kakao memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui inovasi teknologi dan penguatan kemitraan. Karena itu, hasil riset yang sudah tersedia perlu disambungkan dengan kebutuhan teknis dan peluang pengembangan di dunia usaha.
“Potensinya luar biasa. Tinggal bagaimana kita menyambungkan hasil inovasi ini dengan kebutuhan teknis dan mitra yang tepat,” katanya.
Lebih lanjut Wamentan mengatakan, optimalisasi fasilitas dan lahan milik BRMP TRI juga perlu menjadi perhatian. Aset negara tersebut dapat dimanfaatkan lebih produktif melalui kemitraan, termasuk untuk kegiatan pengembangan teknologi, pendidikan, pelatihan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Kita perlu mengajak lebih banyak mitra untuk memanfaatkan fasilitas dan lahan yang ada. Nanti kebutuhannya kita petakan, mitranya kita identifikasi, dan saya siap membantu menghubungkan agar kolaborasi ini bisa berjalan,” kata dia.
Ia juga mendorong agar model kerja sama yang berhasil dikembangkan di balai tersebut dapat direplikasi di balai-balai lain di bawah Kementerian Pertanian. Dengan demikian, hasil inovasi dari berbagai komoditas dapat dikembangkan secara lebih terarah dan terintegrasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!