Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Target Kredit Jumbo Rp400 Triliun, Mampukah Dompet Rakyat Menguat?

📅 Jumat, 23 Okt 2026, 20:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Target Kredit Jumbo Rp400 Triliun, Mampukah Dompet Rakyat Menguat? Doc: ANTARA/ Prasetyo Utomo.
Ket. Ilustrasi-Sejumlah orang melintas di depan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di kantor pusat Bank Mandiri Jakarta.

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, target penyaluran kredit hingga Rp400 triliun yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto pada 2027 bertujuan memperluas akses pembiayaan masyarakat sekaligus meningkatkan daya beli.

"Jadi nanti kita akan menambahkan lagi (kredit) dan membagi kepada sektornya masing-masing karena Bapak Presiden kan minta agar ujungnya masyarakat punya literasi keuangan dan punya uang untuk spending (belanja)," kata Airlangga saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (23/10).

Menko Airlangga mengatakan, saat ini pemerintah telah memiliki program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon mencapai Rp300 triliun.

Pemerintah juga telah menambahkan alokasi Rp50 triliun untuk sektor perumahan. Ke depan, pemerintah bakal mengkaji kebutuhan pembiayaan di setiap sektor untuk menentukan penambahan kredit.

KUR sendiri menjadi salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan, meski pemerintah membuka kemungkinan menggunakan skema pembiayaan lainnya.

"Salah satunya. Nanti kita lihat yang lain kita bisa tambahkan," kata dia.

Airlangga juga menyebut penyaluran kredit tersebut berpotensi mencakup kebutuhan masyarakat melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Namun, ia belum menjelaskan secara rinci skema penyaluran kredit maupun besaran alokasinya.

"Nanti kita lihat yang penting termasuk Kopdes kan itu untuk kebutuhan masyarakat. Nanti kita lihat ya," ujarnya.

Saat acara Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis lalu (22/10), Presiden Prabowo Subianto menargetkan penyaluran kredit/pinjaman produktif untuk usaha rakyat hingga Rp400 triliun dapat disalurkan kepada 28 juta keluarga sebagai penerima manfaat pada tahun 2027.

Pinjaman produktif itu akan menyasar petani, nelayan, masyarakat di daerah-daerah terluar, tertinggal, terdepan (3T), mereka yang ada di daerah-daerah terpencil, masyarakat pedesaan, dan masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan.

"Di tahun yang akan datang, rencana kita, sasaran kita, Insyaallah terwujud, saya ingin menyalurkan Rp400 triliun kepada para petani, nelayan, dan mereka-mereka yang berada di pedesaan, dan di daerah-daerah terpencil, dan daerah-daerah yang tertinggal, juga di daerah-daerah perkotaan (untuk, red.) mereka yang berpenghasilan rendah. Ini nanti sasarannya kurang lebih 28 juta keluarga, kalau dengan istri dan anak, itu berarti dikali 4, kurang lebih 100 juta rakyat kita. Itu kemampuan kita sekarang," kata Prabowo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
PLN Libatkan 26 UMKM pada P...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.