Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebun Karet Jalupang Tak Lagi Terbengkalai, Jabar Kejar Manfaat Ekonomi

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebun Karet Jalupang Tak Lagi Terbengkalai, Jabar Kejar Manfaat Ekonomi Doc: ANTARA/HO Pemprov Jabar.
Ket. Proses revitalisasi Kebun Karet di Jalupang, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

BANDUNG – Pemulihan lahan yang menjadi aset daerah bukan sekadar upaya mengembalikan fungsi tanah, tetapi juga bagian penting dari pembenahan tata kelola aset pemerintah.

Lahan yang selama ini terbengkalai, bermasalah, atau belum dimanfaatkan secara optimal perlu ditata dan dipastikan kembali status serta pemanfaatannya agar memberikan nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya mencegah aset daerah hilang, dikuasai pihak lain, atau tidak produktif dalam jangka panjang.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mengebut proyek revitalisasi 32 hektare (ha) Kebun Karet Jalupang di Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, guna memulihkan lahan aset daerah yang sebelumnya sempat beralih fungsi secara ilegal menjadi kebun singkong.

Proyek pemulihan aset yang diinstruksikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tersebut mencatatkan progres positif pada tahap awal, dengan berhasil menanam 4.200 bibit karet di atas lahan seluas tujuh hektare yang kini memasuki fase pemeliharaan intensif.

Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat Gandjar Yidniarsa di Bandung, Kamis (3/9), mengungkapkan berdasarkan hasil pemantauan lapangan, tingkat keberhasilan tumbuh bibit karet di kawasan tersebut terbilang sangat tinggi karena mampu beradaptasi cepat dengan ekosistem tanah setempat.

"Sudah tumbuh tunas-tunas baru, tingkat kematian kurang dari 1 persen atau kurang dari 10 pohon," kata Gandjar.

Gandjar menjelaskan, pengambilalihan fungsi lahan ini juga memulihkan kualitas struktur tanah yang sempat terdegradasi, sekaligus meningkatkan kembali kandungan unsur hara yang dibutuhkan bagi vegetasi dan keseimbangan lingkungan kawasan.

Skema pemulihan lahan pemerintah ini, disebut tidak menyingkirkan masyarakat lokal, melainkan memberdayakan para mantan penggarap kebun singkong sebagai tenaga kerja resmi revitalisasi.

Warga disokong memanfaatkan area pinggiran lahan untuk menanam komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti kelapa dan serai wangi sebagai sumber pendapatan tambahan.

Pemprov Jabar menargetkan seluruh bentang 32 hektare Kebun Karet Jalupang rampung terhijaukan pada akhir tahun 2026, di mana saat ini, petugas lapangan telah menyiapkan seluruh lubang tanam untuk mengejar akselerasi penanaman masif pada puncak musim hujan Oktober 2026.

Pada akhirnya, pemulihan lahan aset daerah harus diarahkan bukan hanya untuk menyelesaikan persoalan administrasi, tetapi juga memastikan aset tersebut kembali produktif dan memberi manfaat nyata bagi daerah.

Dengan pengelolaan yang transparan, pemanfaatan yang tepat, serta pengawasan berkelanjutan, lahan milik pemerintah dapat menjadi sumber nilai ekonomi sekaligus mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Advertisement
WMO dan PBB Peringatkan El Niño Meningkat Menuju Level Sangat Kuat, Timbulkan Risiko Cuaca Ekstrem hingga 2027 dan Dampaknya pada Masyarakat Rentan

WMO dan PBB Peringatkan El Niño Meningkat Menuju Level Sangat Kuat, Timbulkan Risiko Cuaca Ekstrem hingga 2027 dan Dampaknya pada Masyarakat Rentan

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.