Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mahasiswa Universitas Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Mengolah Sampah

📅 Jumat, 23 Okt 2026, 00:05 WIB | Oleh:
Mahasiswa Universitas Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Mengolah Sampah Doc: istimewa
Ket. Mahasiswa memberikan pelatihan pembuatan eco enzyme kepada warga Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

JAKARTA – Sampah menjadi masalah di berbagai wilayah Ibu Kota Jakarta, begitu juga yang terjadi di Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Sebanyak 29 mahasiswa Universitas Trisakti turun ke Duri Kosambi mengajak warga memilah sampah dari rumah dan mengolahnya menjadi kompos, eco enzyme, dan membuat lubang resapan biopori, serta manajemen bank sampah. 

Mahasiswa yang terlibat berasal dari lima program studi, yaitu teknik pertambangan, teknik perminyakan, teknik lingkungan, arsitektur lanskap, dan manajemen. Mereka dibimbing tiga dosen pembimbing yaitu Rini Setiati dari prodi Teknik Perminyakan, Medina Nilasari dari prodi Manajemen dan Dibyanti Danniswari dari prodi Arsitektur Lanskap.

Pelatihan di Duri Kosambi ini sejalan dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber. Aturan yang berlaku sejak 10 Mei 2026 itu mewajibkan warga memilah sampah rumah tangga ke dalam empat kategori, yakni organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu.

Lebih jauh lagi, warga diajari agar mampu memasarkan hasil olahan sampah dengan digital marketing dan desain kemasan produk. Logo merek produk tersebut juga akan dibantu didaftarkan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) untuk mendapatkan perlindungan hukum.

Heri Nurdin SE selaku Lurah Duri Kosambi hadir memberikan apresiasi kegiatan bersama warga danmahasiswa Universitas Trisakti ini, "Program ini sangat membantu pelaksanaan menuju Duri Kosambi yang bebas sampah, Dimana adik-adik mahasiswa ini turut serta dalam mengingatkan warga untuk memilah sampah, bahkan mengolah sampah menjadi barang bernilai ekonomi yang bisa menambah pendapatan warga,” ujar Heri Nurdin, Minggu (18/10).

Sementara, pengurus Bank Sampah Delima Putih, M. Zen berterima kasih atas bantuan yang diberikan, “Kami sangat terbantu oleh kehadiran adik-adik mahasiswa dan dengan hibah fasilitas alat-alat teknologi tepat guna ini, maka sebagian besar pekerjaan pengurus Bank Sampah Delima Putih jauh lebih mudah," ujar M Zen.

Pada kegiatan yang dilaksanakan September hingga Desember 2026, para mahasiswa akan terus membimbing warga dan melakukan pemantauan berkala. "Program ini menjadi sarana latihan para mahasiswa dalam menerapkan teknologi tepat guna dengan penggunaan alat-alat inovasi teknologi yang dapat meringankan dan mempermudah warga untuk mengelola sampah rumah tangga. Misalnya dengan drum omposter sebagai wadah pengolah kompos, penggunaan mesin pembuat lubang biopori pada tanah yang keras dan membuat lubang dengan biopori manual. Selain itu warga dibantu dengan mesin pencacah sampah organik, alat pres botol plastik, dan mesin pencacah plastik," demikian disampaikan oleh Rini Setiati, pembimbing, pelatih dan pengawas selama program Aksara Sirkular ini.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didukung hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui program Mahasiswa Berdampak: Aksara Sirkular, kependekan dari Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa, diluncurkan Kemdiktisaintek pada 20 Juli 2026. Melalui SK : 498/KPA/C3/KPT/2026 - 30 September 2026, Kontrak antara LLDIKTI Wilayah III dengan Perguruan Tinggi : 354/C2406/KTR/LL3/DT.06.01/2026 - 12 Oktober 2026, dan Kontrak antara LPPM dengan Ketua Penerima Hibah: 062/PKS/LPPM/USAKTI/X/2026 - 13 Oktober 2026.

Program ini memperkuat kegiatan pemberdayaan masyarakat oleh mahasiswa pada tahun sebelumnya dan mempertemukan mahasiswa, dosen, perguruan tinggi, pemerintah, serta masyarakat untuk menjawab persoalan nyata dengan pendekatan ilmiah. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.