Ribuan Pekerja Perikanan Kembali Beraktivitas, Ekonomi Sumatera Berangsur Pulih Pascabencana
📅 Jumat, 23 Okt 2026, 20:45 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat sebanyak 5.706 petambak, 506 petambak garam, 360 pengolah dan pemasar ikan, serta 228 nelayan di Sumatera telah kembali menjalankan aktivitas ekonominya pascabencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir 2025.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan pemerintah terus mempercepat pemulihan di sektor perikanan dan kelautan di tiga provinsi tersebut agar mereka bisa kembali menjalankan usaha.
“Pemulihan ini bukan hanya tentang memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kelautan dan perikanan dapat kembali berproduksi, bekerja, dan memulihkan perekonomiannya,” ujar Menteri Trenggono dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Jumat (23/10), dikutip dari siaran pers.
KKP mencatat bencana di tiga provinsi tersebut berdampak pada 2.742 nelayan, 16.023 pembudi daya ikan, 364 unit pengolah ikan, serta 1.095 petambak garam.
Selain itu, kerusakan fisik mencakup 2.041 sarana penangkapan ikan, 31.248 hektare lahan tambak dan kolam beserta prasarana pendukung, serta 2.053 unit keramba.
Guna memulihkan sektor produktif tersebut, KKP melakukan pembersihan lahan dan perbaikan sarana secara bertahap.
Hingga 15 Oktober 2026, KKP telah memulihkan sekitar 5.800 hektare tambak dan kolam di 27 kabupaten/kota.
Luas lahan yang kembali beroperasi mencakup 5.707 hektare di Aceh, 73,67 hektare di Sumatera Utara, serta 33,29 hektare di Sumatera Barat.
Trenggono menyebut di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, para pembudi daya bahkan telah melangsungkan panen perdana udang vaname dari tambak yang dipulihkan.
Trenggono menegaskan bahwa pemerintah akan menyelesaikan seluruh target kinerja hingga Desember 2026 dan melanjutkan program pemulihan sampai 2028 agar pemulihan ekonomi masyarakat kelautan dan perikanan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat bangkit lebih kuat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!