Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Operasional Penuh Kilang Balikpapan Dikebut, Mampukah RI Tekan Impor BBM?

📅 Jumat, 23 Okt 2026, 20:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Operasional Penuh Kilang Balikpapan Dikebut, Mampukah RI Tekan Impor BBM? Doc: ANTARA/ HO-PT KPB.
Ket. Ilustrasi - Pekerja melewati kompleks Revamping Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, PT Kilang Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur.

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mendorong percepatan operasional penuh dari fasilitas Kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Jadi saya minta untuk dilakukan percepatan kepada sesuatu yang masih trouble (bermasalah) untuk diperbaiki, ya,” ujar Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Jumat (23/10).

Bahlil yang juga merupakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan sempat mengunjungi Kilang Balikpapan pada Kamis (22/10), setelah meresmikan penerimaan gas Jangkrik North East #6 (JNE#6) dan fasilitas produksi Lapangan Maha-South Hub di tengah laut lepas pantai Kalimantan Timur.

“Memang sebenarnya sudah diresmikan, tetapi memang ada beberapa produk yang belum maksimal karena memang terjadi trouble,” kata Bahlil.

Kilang Balikpapan, tempat proyek Refinery Development Master Plan (RDMP), disiapkan untuk mengurangi impor BBM memasuki tahap akhir. Pada Kamis (22/10), Bahlil juga memeriksa urusan yang paling dekat dengan masyarakat yakni ketersediaan BBM.

"Untuk RDMP keseluruhan sudah 99 persen, sudah selesai. Cuman apa ya, perintil-perintilnya lah, biasalah barang baru kan. Barang baru itu kan ada karet-karetnya, kira-kira begitulah. Tapi insyaallah kita akan selesaikan," tutur Bahlil.

Pekerjaan yang tersisa, jelas Bahlil, berupa penyesuaian teknis dan commissioning peralatan baru agar kilang siap beroperasi optimal.

Sambil menunggu kilang beroperasi penuh, pemerintah memastikan pasokan BBM tetap terjaga. Bahlil menegaskan stok BBM nasional aman dan memenuhi standar minimum.

Pertalite cukup untuk 16 hingga 18 hari, sedangkan BBM nonsubsidi RON 92, 95, dan 98 di atas 20 hari. Solar pun tidak menemui kendala karena kebutuhan nasional sudah terpenuhi tanpa impor. Di Kalimantan, ketersediaan BBM relatif setara dengan rata-rata nasional.

Selain memastikan ketersediaan BBM, Bahlil juga meminta Pertamina mengoptimalkan distribusi, agar BBM subsidi sampai kepada masyarakat yang berhak. Pengawasan penyaluran juga ditingkatkan bersama bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (TNI/Polri), terutama untuk menindak tegas pelaku penimbunan.

Tantangan distribusi masih muncul di lapangan. Bahlil mengungkapkan, fenomena El Nino memicu pendangkalan Sungai Kapuas di Kalimantan Barat sehingga jalur pengiriman BBM sempat terganggu. Pertamina mengatasinya dengan memanfaatkan kapal sebagai penampungan terapung (floating storage), lalu menyalurkan BBM ke daerah tujuan lewat jalur darat.

Untuk jangka panjang, harapan besar ada pada RDMP Balikpapan. Proyek Strategis Nasional ini bernilai investasi 7,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp126 triliun, salah satu investasi BUMN terbesar di satu lokasi.

Setelah beroperasi penuh, kilang ini diharapkan memenuhi 22 hingga 25 persen kebutuhan BBM nasional. Dengan begitu, pasokan bagi masyarakat makin kuat dan ketergantungan pada impor BBM bisa terus dikurangi, sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.