KEK Kura Kura Sulap Pameran Mal Jadi Panggung Fesyen Berkelanjutan
📅 Kamis, 22 Okt 2026, 19:15 WIB | Oleh: Tim PenulisDENPASAR – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali memberdayakan UMKM fesyen berkelanjutan lewat pameran di pusat perbelanjaan Sira Village di tengah kawasan untuk mendorong ekosistem industri kreatif lokal yang ramah lingkungan.
"Menjadi tuan rumah bagi perhelatan fesyen berkelanjutan ini adalah manifestasi dari komitmen kami untuk menaikkan kelas UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) lokal," kata Presiden Komisaris KEK Kura Kura Bali sekaligus Presiden Direktur Sira Village Grand Outlet Bali Tantowi Yahya di Denpasar, Kamis (22/10).
Tantowi menyampaikan hal tersebut terkait penyelenggaraan Labdanation Fashion Week (LFW) Season III: Threads of Legacy pada Rabu, 28 Oktober 2026 di panggung Sunset Mandala, Sira Village, KEK Kura Kura Bali.
Pameran fesyen tersebut akan memamerkan 67 busana bersertifikasi berkelanjutan yang diperagakan oleh 30 model profesional.
"Kami memfasilitasi mereka dengan ruang tumbuh yang suportif agar karya-karya inovatif yang ramah lingkungan ini bisa mendapatkan visibilitas yang lebih luas," ujar Tantowi.
Mantan Dubes Indonesia untuk Selandia Baru itu menjelaskan bahwa keberadaan perhelatan ini menjadi wujud keselarasan visi kawasan yang didorong pemerintah agar menghadirkan destinasi yang memadukan gaya hidup, komunitas, dan prinsip keberlanjutan guna mendukung industri kreatif lokal.
Kolaborasi dengan perajin ini sekaligus mencerminkan peran Sira Village, mal pertama di dalam KEK sebagai destinasi yang memadukan pengalaman berbelanja, gaya hidup, dan kreativitas, serta membuka peluang bagi talenta dan pelaku usaha lokal untuk berkembang.
Tantowi juga meyakini kolaborasi antara inovasi teknologi tekstil dan visi mal di KEK Kura Kura Bali ini mampu menjadi katalisator bagi UMKM fesyen lokal.
Langkah tersebut diharapkan terus mendorong terciptanya ekosistem industri kreatif Indonesia yang berdaya saing internasional sekaligus tetap merawat kelestarian lingkungan.
Adapun koleksi yang dipamerkan dalam ajang tersebut nanti merupakan hasil kolaborasi dengan lima merek fesyen lokal, yaitu Novel Mice, Unice, Kimmyra, Murotto Bali, dan Institut Desain dan Bisnis (IDB) Bali.
Tantowi menjelaskan bahwa pemberdayaan fesyen lokal merupakan langkah strategis mengingat perannya sebagai tulang punggung ekonomi kreatif, di mana PDB industri fesyen dan kriya pada triwulan I 2026 mencapai Rp120,13 triliun atau tumbuh 7,89 persen secara tahunan.
Direktur Utama PT Labda Anugerah Tekstil Yusak Samadji Pranoto sebagai kolaborator menyampaikan bahwa keberlanjutan adalah standar masa depan yang berhak diakses oleh semua skala bisnis, termasuk UMKM.
"Melalui kreativitas dan inovasi cetak tekstil digital kami yang ramah lingkungan, kami ingin menyampaikan bahwa industri fesyen juga bisa lebih bertanggung jawab," kata Yusak.
Yusak mengapresiasi Sira Village KEK Kura Kura Bali yang telah berkolaborasi menyediakan panggung ideal bagi penyampaian pesan penting keberlanjutan tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!