Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dari Tradisi Jadi Transaksi, Singkawang Sulap Budaya Jadi Mesin Ekonomi

📅 Jumat, 16 Okt 2026, 20:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dari Tradisi Jadi Transaksi, Singkawang Sulap Budaya Jadi Mesin Ekonomi Doc: ANTARA/Narwati
Ket. Pembukaan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kota Singkawang 2026 di Singkawang, Kamis (15/10/2026).

BENGKAYANG – Pemerintah Kota Singkawang, Kalbar, mendorong pengembangan kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan daerah, termasuk melalui penguatan ekosistem seni dan penggerak ekonomi kreatif yang melibatkan pelaku budaya, pelajar, komunitas dan masyarakat.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan kebudayaan perlu ditempatkan sebagai bagian penting dari agenda pembangunan kota, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal dan keberagaman identitas masyarakat.

"Pemerintah memiliki peran dalam menyusun kebijakan, menyediakan ruang ekspresi, memperkuat ekosistem kebudayaan, serta memberikan dukungan dan perlindungan kepada para pelaku budaya," kata Tjhai, dalam sambutan pembukaan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kota Singkawang 2026 di Singkawang, Kalbar, Kamis (15/10).

Ia mengatakan pengembangan kebudayaan tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi dengan dunia pendidikan, seniman, budayawan, tokoh adat dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut diperlukan untuk menjaga tradisi sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Dengan demikian, kegiatan kebudayaan tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni, tetapi juga dapat mendorong keterlibatan lebih luas dari pelaku kreatif.

Menurut Tjhai, PKD memberikan kesempatan kepada pelaku seni, pelajar dan masyarakat untuk tampil sebagai pelaku, pencipta dan inovator kebudayaan, bukan hanya sebagai penonton.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga objek pemajuan kebudayaan dan cagar budaya agar tetap hidup, dikenal dan dicintai oleh generasi penerus.

Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan warisan budaya tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di tengah perkembangan kota.

Pemerintah Kota Singkawang mengapresiasi penyelenggaraan PKD sebagai salah satu agenda kebudayaan daerah yang dilaksanakan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

PKD Kota Singkawang 2026 lanjutnya, juga dirangkaikan dengan Rembuk Kebudayaan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), yang dihadiri Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua Dewan Pengurus Apeksi Eri Cahyadi serta delegasi pemerintah kota dari berbagai daerah.

Melalui kegiatan tersebut, Wali Kota berharap pertukaran gagasan dan kerja sama antardaerah dapat memperkuat upaya pemajuan kebudayaan serta mendukung pengembangan potensi kreatif di masing-masing daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Daerah
Bupati Aceh Tengah Usulkan ...
Nasional
Ada Korupsi Ratusan Miliar ...
Daerah
BMKG Pastikan Kabut Asap di...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.