Penurunan Stunting di Lombok Timur Hasil Gotong Royong
📅 Kamis, 22 Okt 2026, 22:57 WIB | Oleh: Tim PenulisLombok Timur - Wakil Bupati (Wabup) Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Moh Edwin Hadiwijaya mengatakan penurunan stunting di daerah setempat merupakan kerja gotong royong dan kolaborasi seluruh pihak terkait.
"Penurunan stunting ini hasil gotong royong, termasuk Baznas Lombok Timur melalui dana Rp16 miliar sampai Rp18 miliar per tahun untuk untuk keluarga rawan stunting (KRS)," kata Moh Edwin Hadiwijaya saat membuka kegiatan Sarasehan Kemitraan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) bersama mitra Pentahelix di Kabupaten Lombok Timur, Kamis.
Ia menjelaskan sarasehan ini merupakan kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pikiran secara bebas.
Diakuinya, kerja keras tim pendamping keluarga (TPK) di Lombok Timur sudah cukup berhasil. Hal itu dapat dilihat dari prevalensi stunting di Lombok Timur berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) yang dirilis Kominfo Provinsi NTB tercatat sebesar 22,4 persen di tahun 2025.
"Kemudian berdasarkan data dari Dinas Kesehatan di Agustus 2026 turun menjadi 18,4 persen," ujarnya.
Selain itu, salah satu desa di Lombok Timur yaitu Desa Sakra Selatan, Kecamatan Sakra berhasil masuk nominasi 3 besar desa terbaik di Regional II Desa Berkinerja Baik tingkat Nasional tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Desa.
"Kinerja tersebut salah satunya dilihat dari konvergensi percepatan pencegahan dan penurunan stunting," katanya.
Wakil Bupati juga menyadari pekerjaan yang harus dilakukan masih jauh dari tuntas, sehingga kehadiran mitra dalam membantu progres penurunan stunting di Lombok Timur sangat penting. Demikian pula dengan menggerakkan mitra pentahelix sebagai upaya dalam mendukung MBG dan penurunan stunting.
"Jika ingin NTB baik angka stunting, maka perlu memperkuat intervensi ke Lombok Timur, mengingat Lombok Timur merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk terbanyak, dengan angka penduduk miskin ekstrem sebesar 15.800 kepala keluarga," jelasnha.
Sementara itu Plt Direktur Pendayagunaan Lembaga Organisasi Kemasyarakatan di Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)-BKKBN Yuni Hastutiningsih menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang berhasil meraih peringkat pertama untuk wilayah regional 2 dalam pelaksanaan Pekan Genting Tahun 2026.
“Kami melihat upaya seluruh stakeholder di sini, bahkan para kadis sangat antusias untuk penurunan stunting," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!