Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup
📅 Kamis, 22 Okt 2026, 16:20 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Prancis telah porak-poranda dirusak pengunjuk rasa, juga Italia, dan Albania. Mereka demo karena beratnya biaya hidup. Kini giliran Yunani yang tak mau ketinggalan. Warga Yunani juga menantang beratnya biaya hidup.
Ribuan pelajar, guru, orang tua, dan pekerja berunjuk rasa di seluruh Yunani, Rabu (21/10), menuntut peningkatan pendanaan pendidikan publik serta langkah untuk menekan kenaikan biaya hidup dan pendidikan, menurut laporan lembaga penyiaran publik ERT.
Menurut ERT, sekitar 10.000 orang mengikuti aksi unjuk rasa di Athena, sementara diperkirakan 2.000 hingga 2.500 orang berdemonstrasi di Thessaloniki, dan lebih dari 3.000 orang turun ke jalan di Patras. Aksi serupa juga digelar di Larissa dan sejumlah kota lainnya.
Para pengunjuk rasa menuntut agar ribuan lowongan posisi pengajar segera diisi, guru pengganti diangkat menjadi pegawai tetap, jumlah siswa per kelas dikurangi, serta gedung-gedung sekolah dibuat lebih aman.
Mahasiswa menuntut penurunan harga sewa tempat tinggal, peningkatan tunjangan perumahan, penambahan kapasitas asrama mahasiswa, serta pencabutan undang-undang yang mengatur tentang pengeluaran mahasiswa dari perguruan tinggi.
Guru sekolah dasar melakukan pemogokan selama 24 jam, sementara guru sekolah menengah melakukan aksi penghentian kerja selama tiga jam. Para pekerja sektor publik dan berbagai serikat pekerja lainnya turut bergabung dalam demonstrasi tersebut.
Di Athena, para pengunjuk rasa berkumpul di Propylaea sebelum berpawai menuju Alun-Alun Syntagma dan kembali ke titik awal mereka. Pawai utama berakhir dengan damai sesaat sebelum pukul 14.00 waktu setempat, lapor ERT.
Namun, sempat terjadi kericuhan di kawasan Omonia yang tidak jauh dari lokasi tersebut, termasuk aksi pelemparan batu dan perusakan skuter listrik. Polisi menggunakan granat kejut, sementara dilaporkan pula adanya pelemparan bom molotov.
Menurut laporan tersebut, polisi menahan 21 orang dalam pemeriksaan preventif di Athena, di mana lebih dari 3.000 petugas dikerahkan di berbagai titik pusat kota, termasuk di kawasan pertokoan.
Di Thessaloniki, polisi membawa 10 orang untuk dimintai keterangan. Aksi di kota tersebut berakhir tanpa insiden lebih lanjut, meski ada beberapa peserta yang sempat menyalakan suar di depan Konsulat AS. Para pelajar menduduki 18 sekolah di Thessaloniki, sehingga total sekolah yang diduduki di wilayah Makedonia Tengah mencapai 30 sekolah.
Demonstrasi di Patras berlangsung dengan damai, sementara para peserta aksi di Larissa menyatakan solidaritas mereka terhadap pengunjuk rasa di Prancis. "Dari Yunani hingga Prancis, kami berjuang demi pendidikan publik yang gratis," bunyi salah satu slogan dalam aksi tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!