Reza Rahadian Soroti Pengkhianatan dalam Film Laut Bercerita, Anak Muda Jadi Harapan
📅 Rabu, 21 Okt 2026, 02:00 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Aktor Reza Rahadian menilai pengkhianatan menjadi salah satu hal yang paling mematahkan hati dalam hubungan antarmanusia, baik dalam kehidupan sehari-hari, persahabatan, maupun lingkungan kerja. Luka dan kenangan akibat pengkhianatan tersebut, menurut dia, membutuhkan waktu lama untuk pulih.
"Bahwa hal yang paling mematahkan perasaan, baik kita sebagai manusia dalam hubungan kita dengan manusia lain dalam keseharian, persahabatan, lingkungan kerja, dan lain-lain, adalah pengkhianatan," ujar Reza saat ditemui wartawan pada gala perdana film "Laut Bercerita" di sebuah bioskop di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (20/10).
Pernyataan itu disampaikan ketika Reza ditanya mengenai aktivis kelompok Winatra yang kemudian beralih keberpihakan kepada rezim kekuasaan.
Ia menjelaskan, pengkhianatan menjadi ujian berat ketika dilakukan oleh seseorang yang dianggap dekat, memiliki hubungan persahabatan, serta berbagi visi perjuangan dan nilai-nilai yang sama.
Menurut Reza, sutradara "Laut Bercerita", Yosep Anggi Noen, telah meramu tema pengkhianatan tersebut agar tetap relevan bagi penonton masa kini, meskipun kisahnya merefleksikan dinamika gerakan dan perlawanan pada masa lalu, khususnya menjelang akhir era 1990-an.
Di tengah kisah pengkhianatan dalam sejarah pergerakan mahasiswa, Reza mengaku tetap optimistis selama generasi muda masih konsisten menyuarakan persoalan publik dan memperjuangkan kebaikan.
“Bagi saya pribadi, selama masih ada anak-anak muda yang terus konsisten menyuarakan hal-hal penting demi kebaikan, maka di saat yang bersamaan — apa pun kondisi berat yang mungkin sedang kita hadapi hari ini dari berbagai macam aspek — kita tetap bisa yakin bahwa kita masih memiliki harapan yang baik untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik ke depan,” kata Reza.
Reza juga mengungkapkan keterlibatannya dalam proyek "Laut Bercerita" telah dimulai sejak penggarapan versi film pendek yang diproduksi untuk peluncuran novel karya Leila S. Chudori tersebut.
Proyek awal itu melibatkan Leila S. Chudori, Gita Fara, Wisnu Darmawan, dan Dian Sastrowardoyo sebelum kisah tersebut dikembangkan menjadi film panjang.
Perjalanan itu memungkinkan Reza menyaksikan perkembangan proyek hingga akhirnya hadir dalam format film panjang. Menurut dia, kisah tersebut tetap relevan untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya harapan, keberanian bersikap kritis, dan peran generasi muda dalam mendorong perubahan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!