Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Meski Kemarau Panjang, DKP Bantul Pastikan Pasokan Lele Tetap Aman

📅 Rabu, 14 Okt 2026, 12:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Meski Kemarau Panjang, DKP Bantul Pastikan Pasokan Lele Tetap Aman Doc: ANTARA
Ket. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul Istriyani saat ditemui di kompleks Kantor Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (7/10/2026).

YOGYAKARTA – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memastikan ketersediaan ikan air tawar, khususnya lele, di pasaran masih aman meskipun wilayah tersebut dilanda kemarau panjang.

Kepala DKP Kabupaten Bantul Istriyani di Bantul, Rabu (14/10), mengatakan pasar lele di Yogyakarta sangat dinamis karena ketika produksi dari daerah setempat berkurang, kebutuhan pasar umumnya dapat dipenuhi dari daerah lain.

"Ketika produk (lele) kita berkurang, pasti dari luar sudah masuk. Sangat, sangat dinamis," katanya.

Menurut dia, pasokan lele dari luar daerah membantu memenuhi kebutuhan pasar, terutama saat musim kemarau yang berpotensi menimbulkan kendala dalam proses panen.

Ia mengatakan produksi lele di Bantul mencapai sekitar 7.000 ton per tahun dengan melibatkan lebih dari 300 kelompok budi daya.

"Produksi kita  per tahun itu kan di angka lebih kurang 7.000 ton per tahun dengan 300-an kelompok budi daya," ujarnya.

Istriyani menjelaskan kepadatan penebaran benih lele perlu disesuaikan dengan luas kolam dan kondisi sirkulasi air agar pertumbuhan ikan tetap optimal.

Menurut dia, kolam dengan luas tiga meter persegi dan kondisi air yang tidak mengalir umumnya dapat ditebar sekitar 1.000 benih lele.

"Kalau mengalirnya mungkin sedang, bisa di angka 3.000 ekor. Kalau mengalirnya deras, bisa di angka 5.000 ekor," katanya.

Ia menyebutkan salah satu kendala yang kerap dihadapi pembudi daya selama kemarau panjang ialah ikan lebih mudah mengalami stres akibat fluktuasi suhu ekstrem sehingga berpotensi terserang penyakit.

"Ada beberapa laporan, tapi kemudian kita sudah melakukan pengawasan karena kita punya tenaga dokter hewan, petugas pemantau kesehatan ikan, sudah terjun, langsung terjun," katanya.

Meski demikian, menurut Istriyani, banyak pembudi daya lele di Bantul telah menerapkan teknologi budi daya yang baik, terutama dalam pengelolaan sirkulasi air untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang.

"Dengan teknologi air mengalir, itu artinya tidak terjadi masalah," ujarnya.

Ia mengimbau para pembudi daya meningkatkan pemantauan terhadap kondisi dan perkembangan ikan, termasuk benih, agar dapat segera mengambil tindakan apabila muncul kendala selama musim kemarau.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

1.323 Lokasi Fasos Fasum Belum Diserahkan

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
1.323 Lokasi Fasos Fasum Be...
Megapolitan
Sekolah Harus Aman dan Nyam...
Advertisement
Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bantargebang, Pemkot Bekasi Bidik Tenaga Kerja Lokal.

Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bantargebang, Pemkot Bekasi Bidik Tenaga Kerja Lokal.

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.