Atasi Antrean Isi BBM, Pemkot Pontianak Berkoordinasi dengan Pertamina
📅 Rabu, 14 Okt 2026, 13:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Edi Rusdi Kamtono mengatakan telah bertemu dan berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk mencegah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) karena baru-baru ini telah terjadi antrean panjang masyarakat untuk mengisi BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
"Kami sudah bertemu dengan Pertamina untuk membahas persoalan antrean BBM yang terjadi di Kota Pontianak. Pertemuan tersebut membahas keterlambatan pasokan yang berdampak terhadap ketersediaan BBM di sejumlah SPBU," ujar Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Rabu (14/10).
Menurut dia, salah satu pemicu antrean adalah keterlambatan pengisian pasokan di SPBU luar Kota Pontianak, termasuk di Kawasan Sungai Raya. Kondisi tersebut membuat masyarakat mencari SPBU terdekat di Pontianak ketika pasokan di wilayahnya terlambat atau kosong. Perpindahan konsumen ke SPBU di Pontianak kemudian memicu antrean kendaraan dan kepanikan masyarakat.
"Saya berharap warga juga tidak panik, seperti pada saat lebaran kemarin agar tidak terjadi antrean panjang kembali," kata dia.
Ia berharap Pertamina segera menormalkan pasokan BBM dan memastikan distribusinya berjalan lancar di seluruh daerah. Ketersediaan stok perlu dijaga agar keterlambatan pengiriman di satu wilayah tidak memicu persoalan pasokan di wilayah lain.
Edi menegaskan pemenuhan BBM harus dilakukan secara merata di Kalimantan Barat. Sebab, gangguan pasokan di kabupaten dapat berdampak terhadap antrean di Pontianak, sementara persoalan distribusi di Pontianak juga berpotensi mempengaruhi wilayah sekitarnya.
"Pemerintah Kota Pontianak berharap koordinasi dengan Pertamina dapat mencegah antrean berkepanjangan dan memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi," kata dia.
Satu di antara warga Pontianak Barat, Edi berharap kondisi normal dalam mengisi BBM segera hadir. Pasalnya dalam beberapa hari ini antrean selalu panjang. Hal tersebut mengkhawatirkan karena BBM penting untuk mobilisasi kerja dan lainnya.
"Harus antre lagi untuk mengisi BBM di SPBU. Kalau mengisi di luar atau di eceran tentu ada selisih Rp3.000 per liter. Kalau antre lama dan panjang. Semoga normal dan tidak terulang lagi antrean pajang seperti sebelumnya yang sempat parah," ucap dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!