Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

2.456 KK di Jember Terdampak Kekeringan akibat Kemarau Ekstrem

📅 Rabu, 14 Okt 2026, 13:27 WIB | Oleh:
2.456 KK di Jember Terdampak Kekeringan akibat Kemarau Ekstrem Doc: antara foto
Ket. Penyaluran air bersih di Jember, Jatim.

JEMBER - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember menyatakan sebanyak 2.456 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan akibat kemarau ekstrem yang cukup panjang di Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim).

"Berdasarkan data hingga hari ini, sebanyak 2.456 KK yang tersebar di 19 desa/kelurahan yang berada di 10 kecamatan mengalami krisis air bersih karena sumur mereka mengering akibat kemarau ekstrem," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edy Budi Susilo, Rabu (14/10).

Menurut dia, pihak BPBD Jember sempat kewalahan untuk memenuhi banyaknya permintaan masyarakat untuk distribusi air bersih selama beberapa pekan terakhir, sehingga pihaknya berkoordinasi dengan beberapa perangkat daerah untuk membantu penyaluran air untuk wilayah yang terdampak kekeringan.

"Saat ini kami harus mengatur skala prioritas untuk masyarakat yang membutuhkan air bersih untuk kebutuhan memasak dan minum, sehingga masyarakat yang membutuhkan air bersih untuk mandi dan cuci pakaian terpaksa harus bersabar," tuturnya.

Ia menjelaskan BPBD Jember menerima perkembangan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa musim kemarau akan semakin panjang yakni hingga akhir November 2026, padahal sebelumnya informasinya kemarau akan berakhir pada awal November 2026.

"Dengan informasi dari BMKG tersebut, maka awal musim hujan di Kabupaten Jember diprediksi pada awal Desember 2026, sehingga kemarau semakin panjang dan kemungkinan kebutuhan air bersih masyarakat juga semakin meningkat," katanya.

Selain itu, lanjut dia, beberapa kecamatan yang awalnya berada di zona hijau atau aman dari potensi kekeringan yakni Kecamatan Bangsalsari dan Jelbuk, kini juga ada desa di dua kecamatan tersebut yang memerlukan distribusi air bersih akibat kemarau panjang.

Edy mengatakan bahwa sumber mata air sebanyak enam titik, salah satunya di Desa Garahan, Kecamatan Silo yang masih menjadi tumpuan BPBD Jember untuk menjadi tempat pengambilan air bersih untuk disalurkan kepada masyarakat yang mengalami krisis air bersih.

"Kami juga berkoordinasi dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD), Palang Merah Indonesia (PMI) dan pihak Perumdam Tirta Pandalungan untuk bersinergi menyalurkan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan," ujarnya.

Edy mengimbau masyarakat untuk bijak dan hemat dalam menggunakan air bersih karena musim kemarau diprediksi masih panjang, sehingga hal-hal sederhana penghematan air bisa dilakukan mulai di tingkat rumah tangga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Tegaskan S...
Daerah
BPBD Jember: Akibat Kemarau...

1.323 Lokasi Fasos Fasum Belum Diserahkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
1.323 Lokasi Fasos Fasum Be...
Advertisement
Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bantargebang, Pemkot Bekasi Bidik Tenaga Kerja Lokal.

Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bantargebang, Pemkot Bekasi Bidik Tenaga Kerja Lokal.

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.