Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Bandung Bangun 1.300 Sumur Imbuhan dan Hijaukan Lahan Kritis

📅 Rabu, 14 Okt 2026, 13:58 WIB | Oleh:
Pemkot Bandung Bangun 1.300 Sumur Imbuhan dan Hijaukan Lahan Kritis  Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Upaya Pemerintah Kota Bandung dalam mengurangi risiko banjir tidak hanya bertumpu pada pembangunan drainase dan rumah pompa. Peningkatan daya serap tanah melalui pembangunan sumur imbuhan dalam, sumur biopori, kolam retensi, serta penghijauan lahan kritis juga menjadi bagian dari strategi pengelolaan air hujan secara terpadu.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi, mengatakan langkah-langkah tersebut dilakukan secara berkelanjutan, termasuk selama musim kemarau. Tujuannya agar air hujan yang turun dapat lebih banyak diserap tanah, ditampung, atau dialirkan dengan baik sehingga tidak menimbulkan limpasan berlebihan.

“Dari awal tahun, pekerjaan kita itu fungsinya untuk menormalisasi drainase, membangun kolam retensi, membuat sumur imbuhan dalam, sumur biopori, dan berbagai upaya lainnya. Intinya untuk mengurangi limpasan air,” ujar Rizki di Balai Kota Bandung, Senin (12/10).

Salah satu upaya yang terus dilakukan adalah pembangunan sumur imbuhan dalam. Hingga Oktober 2026, jumlahnya telah mencapai sekitar 1.300 unit yang tersebar di berbagai lokasi di Kota Bandung. Fasilitas ini ditujukan untuk membantu meningkatkan peresapan air ke dalam tanah sebagai bagian dari pengelolaan limpasan hujan.

“Kalau lahan kritis terkena hujan, air dan tanah bisa melimpas. Itu yang menyebabkan sedimentasi. Makanya, kita perkuat dengan tanaman-tanaman yang berakar kuat sehingga air bisa lebih banyak meresap ke dalam tanah,” tutur dia.

Penanaman pohon di sejumlah kawasan menjadi bagian dari upaya tersebut. Setelah kegiatan penghijauan di wilayah Cihanja, DSDABM juga merencanakan penanaman lanjutan di kawasan Pasirwangi dan Ujungberung. Lokasi penanaman di Ujungberung direncanakan berbeda dari kegiatan sebelumnya.

Rizki menjelaskan, penghijauan di lahan kritis difokuskan pada peningkatan fungsi resapan air. Sementara itu, penanganan lingkungan dari aspek lain juga memerlukan kolaborasi dengan perangkat daerah terkait agar upaya pemulihan lingkungan dapat berjalan lebih menyeluruh.

Tantangan pengelolaan air di Kota Bandung juga dipengaruhi kondisi geografis yang menyerupai cekungan. Air dari kawasan yang lebih tinggi dapat mengalir ke wilayah kota, sementara kepadatan permukiman di sejumlah titik turut memengaruhi ruang resapan dan kapasitas saluran air.

Karena itu, penanganan limpasan perlu dilakukan melalui berbagai pendekatan sekaligus, mulai dari memperbaiki saluran, menyiapkan tempat penampungan air, memperbanyak sarana resapan, hingga mengembalikan tutupan vegetasi di lahan kritis.

Rizki juga mengingatkan, keberhasilan upaya tersebut membutuhkan keterlibatan masyarakat. Berdasarkan kegiatan normalisasi yang dilakukan, sampah rumah tangga masih banyak ditemukan di sejumlah drainase dan sungai sehingga dapat menghambat aliran air.

“Kita sama-sama saling menjaga Kota Bandung. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah rumah tangga ke sungai ataupun drainase, memilah sampah dengan baik, dan menyiapkan tempat sampah tersendiri,” ujar dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Daerah
Bandung Heritage Gelar Ajan...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Tegaskan S...

1.323 Lokasi Fasos Fasum Belum Diserahkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
1.323 Lokasi Fasos Fasum Be...
Advertisement
Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bantargebang, Pemkot Bekasi Bidik Tenaga Kerja Lokal.

Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bantargebang, Pemkot Bekasi Bidik Tenaga Kerja Lokal.

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.