Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertahankan Status sebagai Lumbung Pangan Nasional, Pemkab Ngawi Dorong Percepatan Sertifikasi Benih Padi Unggul Lokal

📅 Rabu, 14 Okt 2026, 13:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pertahankan Status sebagai Lumbung Pangan Nasional, Pemkab Ngawi Dorong Percepatan Sertifikasi Benih Padi Unggul Lokal Doc: ANTARA
Ket. Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono didampingi anggota Forkopimda setempat saat melakukan Panen Raya Padi Unggul Lokal di lahan demplot Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Jatim, Selasa (13/10/2026).

NGAWI – Pemerintah Ngawi (Pemkab) Ngawi, Jawa Timur mendorong percepatan sertifikasi benih padi unggul lokal guna mempertahankan status Kabupaten Ngawi sebagai lumbung pangan nasional sekaligus mendukung ketahanan pangan.

"Langkah percepatan ini diambil untuk memastikan benih padi unggul lokal memiliki legalitas resmi sesuai aturan yang berlaku, sehingga memberikan nilai tambah ekonomi bagi para petani di Kabupaten Ngawi," ujar Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono di Ngawi, Rabu (14/10).

Menurutnya Pemkab Ngawi telah melakukan sejumlah tahapan yang diperlukan untuk proses sertifikasi. Pihaknya menyebutkan bahwa prosedur sertifikasi benih memerlukan komitmen dan sinergi antara pemerintah daerah, pemulia benih, dan Kementerian Pertanian.

Tahapannya cukup panjang dan kompleks, meliputi pendaftaran, pembuatan demplot di lima desa di lima kecamatan, hingga pengujian terhadap hama dan kerentanan penyakit tanaman.

"Jika teknologi pertanian terus ditingkatkan, kita dapat menjaga produktivitas padi yang tinggi. Hal-hal baik seperti ini harus ditindaklanjuti dengan mekanisme sesuai aturan yang berlaku agar manfaatnya terasa bagi petani," katanya.

Adapun, varietas padi unggul lokal Ngawi ini memiliki postur tinggi dan besar menyerupai Ciherang generasi awal. Sehingga membutuhkan asupan pupuk yang lebih banyak, namun tetap mengutamakan penggunaan bahan ramah lingkungan.

Varietas tersebut berdasarkan hasil uji coba panen perdana di lahan demplot di Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas, mampu menghasilkan produktivitas lebih tinggi dibandingkan varietas yang selama ini biasa digunakan oleh petani.

"Penggunaan kimia sintetis secara berlebihan akan menghambat program pemerintah daerah. Maka, Kami menggunakan pendekatan Program Riset Lokasi Partisipatif (PRLP), dimana perhitungan hasil panen berdasarkan ubinan menunjukkan angka sekitar 10–12 ton per hektare," kata Bupati Ony.

Melalui konsistensi perawatan dan pemupukan organik yang terjaga, serta didukung dengan keberadaan 22.000 unit infrastruktur sumur dalam sawah bagian dari Jaringan Irigasi Air Tanah, Pemkab Ngawi berharap sertifikasi benih padi unggul lokal Ngawi dapat segera terwujud guna peningkatan produktivitas pertanian daerah setempat.

Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi mencatat produksi padi di wilayah Ngawi rata-rata per tahun mencapai 770 ribu ton gabah kering giling (GKG), yang menjadi daerah tersebut sebagai lumbung pangan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

1.323 Lokasi Fasos Fasum Belum Diserahkan

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
1.323 Lokasi Fasos Fasum Be...
Megapolitan
Sekolah Harus Aman dan Nyam...
Advertisement
Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bantargebang, Pemkot Bekasi Bidik Tenaga Kerja Lokal.

Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bantargebang, Pemkot Bekasi Bidik Tenaga Kerja Lokal.

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.