Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

El Nino 2026 Cetak Rekor Suhu Terhangat yang Pernah Tercatat Dunia

📅 Minggu, 11 Okt 2026, 16:24 WIB | Oleh:
El Nino 2026 Cetak Rekor Suhu Terhangat yang Pernah Tercatat Dunia Doc: AFP

JENEWA - Fenomena El Nino yang tengah menguat dengan cepat diperkirakan dapat mendorong suhu permukaan laut di wilayah utama Pasifik mencapai rekor tertinggi sehingga meningkatkan risiko panas ekstrem, kekeringan, dan banjir di seluruh dunia, demikian Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada Jumat (9/10).

Dalam laporan Iklim Musiman Global Terkini (Global Seasonal Climate Update), badan cuaca PBB tersebut menyatakan terdapat kemungkinan hampir 100 persen bahwa El Nino akan terus berlangsung hingga Februari 2027, dengan puncaknya diperkirakan terjadi sekitar Desember 2026.

"El Nino telah terbentuk dengan kuat dan menguat dengan cepat," kata Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo, memperingatkan bahwa fenomena itu berpotensi menjadi "salah satu yang terkuat setidaknya sejak 1950."

Untuk periode Oktober-Desember 2026, anomali suhu permukaan laut rata-rata di wilayah Nino 3,4 yang terletak di Pasifik khatulistiwa bagian tengah dan timur, diperkirakan akan mencapai sekitar 3,7 derajat Celsius di atas normal, menurut WMO, angka itu akan menjadi "yang tertinggi sejak pencatatan dimulai."

Rekor sebelumnya tercatat sebesar 2,6 derajat Celsius di atas normal pada periode November 2015 hingga Januari 2016.

WMO menyatakan bahwa El Nino kemungkinan dapat menyebabkan suhu di atas rata-rata di sebagian besar wilayah dunia sekaligus mengubah pola curah hujan secara signifikan.

Kondisi yang lebih basah dari biasanya diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk kawasan "Tanduk Besar Afrika", sebagian Asia Tengah dan Asia Timur, bagian utara Semenanjung Arab, sebagian Amerika Utara, serta wilayah tenggara Amerika Selatan.

Sementara itu, kondisi yang lebih kering dari biasanya diperkirakan akan melanda anak benua India, bagian selatan Amerika Tengah, sebagian wilayah Karibia, dan bagian barat laut Amerika Selatan.

Saulo menjelaskan bahwa El Nino tidak menciptakan panas tambahan kepada planet ini, melainkan melepaskan panas yang sebelumnya tersimpan di lautan.

Dia juga memperingatkan bahwa kondisi lautan yang menjadi sumber panas bagi fenomena saat ini merupakan "kondisi terhangat yang pernah diukur."

WMO menyebutkan bahwa layanan meteorologi nasional dan forum iklim regional terus memberikan informasi terkini secara berkala kepada pemerintah dan mitra kemanusiaan guna mendukung kesiapsiagaan serta manajemen risiko. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

40 Rumah Hanyut Diterjang Banjir Bandang

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
40 Rumah Hanyut Diterjang B...

Mendag Ajak Anak Muda Berbisnis Waralaba

35 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Mendag Ajak Anak Muda Berbi...
Megapolitan
IQAir: Indeks Kualitas Udar...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.