Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transfer Pusat ke DIY Turun Rp910 Miliar, DPRD Minta Penguatan Anggaran 2027

📅 Minggu, 11 Okt 2026, 17:30 WIB | Oleh:
Transfer Pusat ke DIY Turun Rp910 Miliar, DPRD Minta Penguatan Anggaran 2027 Doc: Dok. Istimewa

YOGYAKARTA — Penurunan dana transfer pemerintah pusat ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam dua tahun terakhir menjadi perhatian DPRD DIY. Dari Rp3,55 triliun pada 2024, dana tersebut diproyeksikan hanya Rp2,64 triliun pada 2026. Berkurangnya dukungan fiskal sebesar Rp910 miliar dinilai berpotensi memengaruhi kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan dan mempertahankan pelayanan publik.

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto berharap pemerintah pusat kembali memperkuat transfer ke daerah (TKD) dalam penyusunan APBN 2027. Menurutnya, kecukupan anggaran diperlukan agar program prioritas pemerintah daerah tetap berjalan, terutama yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan, pengurangan pengangguran, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Eko menyampaikan, alokasi TKD nasional dalam APBN 2025 mencapai Rp864 triliun, kemudian berkurang menjadi Rp693 triliun pada 2026. Sementara itu, angka Rp735 triliun untuk 2027 masih berupa asumsi. Apabila angka tersebut dijadikan acuan, alokasi TKD nasional masih lebih rendah Rp129 triliun dibandingkan dengan anggaran 2025.

“Penguatan dana transfer ke daerah sangat krusial untuk memperkuat fiskal daerah dalam menyelesaikan persoalan mendasar seperti kemiskinan dan pengangguran,” ujar Eko, Jumat (9/10).

Data dalam kerangka Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DIY menunjukkan, pendapatan transfer pemerintah pusat mencapai Rp3,55 triliun pada 2024. Jumlah tersebut menyusut menjadi Rp3,04 triliun pada 2025 dan kembali turun menjadi Rp2,64 triliun pada 2026. Penurunan berturut-turut ini menuntut pengelolaan anggaran yang cermat agar kebutuhan pembangunan tetap dapat dipenuhi.

Selain TKD, Eko menyoroti alokasi Dana Keistimewaan (Danais) DIY yang berkurang dari Rp1,42 triliun pada 2024 menjadi Rp1 triliun pada 2025 dan 2026. Ia berharap dukungan Danais dapat ditingkatkan kembali untuk menjamin keberlanjutan program keistimewaan sekaligus menunjang pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Perhatian juga diarahkan pada Dana Desa. Eko menyebut alokasi dana tersebut di wilayah DIY mengalami penurunan hingga 74 persen pada 2026. Ia mendorong pemerintah pusat mengevaluasi kebijakan alokasi dengan memperhatikan kebutuhan pembangunan desa dan kalurahan. Besaran penurunan tersebut masih perlu dipastikan berdasarkan tahun pembanding dan komponen anggaran yang diperhitungkan.

Eko turut mengapresiasi paguyuban lurah di kabupaten dan kota yang ikut menyuarakan kebutuhan penguatan anggaran. Aspirasi tersebut disampaikan melalui komunikasi dengan Kementerian Keuangan dan DPR RI.

“Kita berjuang bersama menjaga Indonesia dari desa. Kami berharap pemerintah, khususnya Menteri Keuangan, mendengarkan aspirasi daerah dan memperkuat kembali TKD untuk mendukung otonomi daerah,” katanya.

Menurut Eko, kecukupan anggaran daerah berkaitan erat dengan keberlangsungan layanan yang dibutuhkan masyarakat. Dukungan fiskal diperlukan untuk membiayai perlindungan sosial, pelayanan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Dengan demikian, kelompok rentan, seperti balita, ibu hamil, dan lansia, tetap dapat memperoleh layanan sesuai kebutuhan, sedangkan masyarakat usia produktif memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan usaha dan mendapatkan pekerjaan.

Dalam bahan keterangan yang disampaikan Eko, prevalensi stunting di Kota Yogyakarta disebut turun dari 14,6 persen pada 2024 menjadi 8,4 persen pada 2025. Danais disebut menjadi salah satu sumber dukungan bagi program di tingkat kelurahan. Meski demikian, sumber data, metode pengukuran, dan kontribusi setiap program terhadap penurunan angka stunting tersebut masih perlu dipastikan.

Eko menilai kebijakan fiskal nasional perlu memberikan ruang yang memadai bagi pemerintah daerah untuk menyusun prioritas pembangunan berdasarkan persoalan dan potensi lokal. Karena itu, penyusunan anggaran 2027 diharapkan tidak hanya mempertimbangkan kondisi keuangan pemerintah pusat, tetapi juga kebutuhan daerah dalam menjaga pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan warga.

“Kita akan terus membangun komunikasi intensif dengan pemerintah pusat dan pihak terkait agar postur anggaran transfer ke daerah pada 2027 dapat berpihak secara nyata pada kesejahteraan rakyat Yogyakarta,” kata Eko.

Penguatan TKD diharapkan dapat meningkatkan kapasitas fiskal DIY dalam mempertahankan program pembangunan prioritas. Dukungan anggaran yang memadai dan tepat sasaran diperlukan untuk memperluas pelayanan publik, memperkuat penanggulangan kemiskinan, serta membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Luar Negeri
KBRI Riyadh: Tidak Ada WNI ...

Rinso dan OTHMAN Hadirkan Koleksi Fashion Bertema Noda

45 menit yang lalu | Paundra Zakirulloh

Rona
Rinso dan OTHMAN Hadirkan K...

Menekraf: PPh Royalti Buku Dipangkas Jadi 1,5 Persen

50 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menekraf: PPh Royalti Buku ...

40 Rumah Hanyut Diterjang Banjir Bandang

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
40 Rumah Hanyut Diterjang B...

Mendag Ajak Anak Muda Berbisnis Waralaba

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Mendag Ajak Anak Muda Berbi...
Megapolitan
IQAir: Indeks Kualitas Udar...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.