Duolingo: Mandarin Masuk Tiga Besar Bahasa yang Banyak Dipelajari di Indonesia
📅 Minggu, 11 Okt 2026, 17:08 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA – Minat masyarakat Indonesia untuk mempelajari bahasa asing semakin tinggi dan tidak lagi hanya berfokus pada bahasa Inggris. Meski masih menjadi bahasa yang paling banyak dipelajari, pengguna di Indonesia juga semakin tertarik mempelajari bahasa Mandarin.
Data Duolingo menunjukkan, proporsi pengguna aktif harian di Indonesia yang mempelajari bahasa Mandarin di aplikasi tersebut hampir tiga kali lipat sejak 2023. Mandarin kini menjadi salah satu dari tiga bahasa yang paling banyak dipelajari di Indonesia melalui Duolingo, setelah bahasa Inggris dan Jepang.
Selain itu, pengguna Duolingo di Indonesia juga menunjukkan ketertarikan untuk mempelajari beberapa bahasa secara bersamaan. Dibandingkan rata-rata global, pengguna di Indonesia 4,15 kali lebih mungkin mempelajari bahasa Inggris dan Mandarin secara bersamaan.
Kombinasi bahasa Jepang dan Mandarin, serta bahasa Inggris dan Jepang, juga cukup menonjol, masing-masing 3,3 kali dan 2,8 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata global. Pola ini menunjukkan semakin tingginya minat pembelajar di Indonesia terhadap bahasa-bahasa Asia Timur, dengan bahasa Inggris tetap menjadi bahasa yang paling banyak dipelajari.
Dalam perbincangannya antara kreator asal Indonesia, Raditya Dika, di kantor Duolingo di New York City, CEO sekaligus salah satu pendiri Duolingo, Luis von Ahn, menyoroti tingginya motivasi pengguna di Indonesia untuk belajar bahasa.
Hal tersebut sejalan dengan pertumbuhan penggunaan Duolingo di Indonesia, yang kini menjadi salah satu dari lima pasar dengan pertumbuhan pengguna aktif harian (DAU) tercepat di dunia. Melihat perkembangan tersebut, Duolingo semakin memperkuat komitmennya untuk membantu lebih banyak masyarakat Indonesia belajar bahasa.
“Kami melihat potensi yang sangat besar di pasar Indonesia,” ujar von Ahn, seperti dikutip dari siaran pers dari platform pembelajaran seluler Duolingo pada Jumat (9/10.
Ia juga menyoroti peluang untuk membantu masyarakat Indonesia mempelajari bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Korea, dan bahasa lainnya, serta menyambut positif pertumbuhan Duolingo di Indonesia.
Data pembelajar Duolingo menunjukkan bahwa Indonesia menempati posisi teratas secara global dalam proporsi pembelajar yang menyebut “mendukung pendidikan saya” sebagai salah satu motivasi mereka belajar. Dibandingkan rata-rata global, pembelajar di Indonesia 37% lebih mungkin belajar bahasa untuk mendukung pendidikan dan 41% lebih mungkin belajar untuk mengisi waktu secara produktif. Motivasi ini menunjukkan bahwa bagi masyarakat Indonesia, belajar bahasa dipandang sebagai bagian penting dari pengembangan diri dan investasi untuk masa depan.
Bagi von Ahn, menjangkau pembelajar di pasar seperti Indonesia memiliki kaitan erat dengan alasan ia mendirikan Duolingo.
Tumbuh besar di Guatemala, ia melihat bagaimana kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang baik dapat dipengaruhi oleh kondisi finansial sebuah keluarga. Pengalaman tersebut kemudian membentuk ambisinya untuk membuat akses belajar tersedia bagi semua orang.
“Saya ingin melakukan sesuatu yang dapat memberikan kesempatan yang setara bagi semua orang untuk mendapatkan pendidikan,” ujar von Ahn kepada Raditya.
Ia menegaskan bahwa misi Duolingo adalah menghadirkan pendidikan terbaik di dunia dan membuatnya dapat diakses oleh siapa saja. Menurutn dia, keterbatasan finansial seharusnya tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk belajar, sehingga mereka yang tidak mampu membayar tetap dapat belajar melalui platform Duolingo.
Seiring semakin banyak pembelajar di Indonesia mempelajari bahasa untuk mendukung pendidikan, karier, dan peluang internasional, Duolingo terus mengembangkan kurikulumnya untuk membantu pengguna menguasai kemampuan bahasa yang lebih lanjut dan praktis. Saat ini, sembilan kursus bahasa paling populer di Duolingo telah tersedia hingga tingkat B2.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!