SIMAKDIALOG Rilis Album 1995, Lanjutkan Warisan Musik Riza Arshad
📅 Minggu, 11 Okt 2026, 17:20 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Kolektif musik jazz SIMAKDIALOG merilis album terbaru bertajuk 1995 pada 1 Oktober 2026 melalui kerja sama dengan label rekaman demajors. Album ini menampilkan proses kreatif dan interpretasi musikal Sri Hanuraga, Cucu Kurnia, Jason Mountario, serta Dinar Rizkianti dalam mengolah karya-karya komposer sekaligus pendiri SIMAKDIALOG, Riza Arshad.
Kepergian Riza Arshad pada awal 2017 tidak menghentikan perjalanan kolektif musik tersebut. SIMAKDIALOG tetap menjadi ruang dialog dan eksperimentasi bagi para personelnya untuk merawat sekaligus menafsirkan ulang komposisi yang diwariskan Riza, dengan harapan pendekatan tersebut dapat berkembang menjadi tradisi bermusik yang terus dimainkan di Indonesia.
Album 1995 memuat enam lagu yang direkam secara langsung saat konser SIMAKDIALOG di Ruang Tamu Tony. Selain lagu "1995" yang menjadi judul album, rilisan ini menghadirkan komposisi "Gong 5" dan "Gong 6" yang dibawakan secara medley bersama "Gong 1" dan "Gong 2", serta interpretasi ulang lagu favorit "This Spirit" dan satu lagu bonus.
Melalui album tersebut, SIMAKDIALOG melanjutkan eksplorasi terhadap karya Riza tanpa membatasi kreativitas pada satu formula musikal. Setiap personel membawa pendekatan dan ekspresi masing-masing untuk membentuk interpretasi baru, sekaligus mempertahankan semangat eksperimentasi yang menjadi karakter kolektif tersebut.
SIMAKDIALOG dibentuk oleh Riza Arshad bersama Arie Ayunir, pemain drum yang juga merupakan pendiri grup musik POTRET, pada 1993. Pada tahun yang sama, gitaris Tohpati Ario Hutomo bergabung, sementara Indro Hardjodikoro menjadi pemain bas pertama yang melengkapi formasi kuartet sebelum kemudian digantikan oleh Adhitya Pratama.
Perubahan penting terjadi setelah Arie Ayunir pindah ke Amerika Serikat pada 2001. Riza kemudian membawa SIMAKDIALOG mengeksplorasi penggunaan kendang Sunda sebagai pengganti drum, dengan penekanan pada harmoni, struktur komposisi, serta pola ritme kendang pencak yang lebih kentara.
Penggunaan kendang Sunda menjadi salah satu ciri khas yang membedakan SIMAKDIALOG dari kelompok jazz lainnya. Eksplorasi tersebut turut membentuk identitas musikal mereka dan mengantarkan karya-karyanya ke dalam pergaulan musik dunia.
Sepanjang perjalanan kolektif ini, sejumlah pemain kendang telah terlibat, di antaranya Jalu Pratidina, Endang Ramdan, Erlan Suwardana, Emy Tata, dan Cucu Kurnia yang hingga kini masih bermusik bersama SIMAKDIALOG.
Dalam perkembangan berikutnya, pianis Sri Hanuraga bergabung untuk melanjutkan perjalanan musikal SIMAKDIALOG setelah Riza Arshad berpulang. Riza menyukai cara bermain Hanuraga, terutama ketertibannya dalam mengolah harmoni dan gagasan musikal.
Bagi Hanuraga, kesempatan bergabung dengan SIMAKDIALOG merupakan kehormatan besar. Ia mengungkapkan bahwa musik kolektif tersebut turut menginspirasinya untuk menekuni jazz, sementara perkenalannya dengan Riza telah berlangsung sejak 1997 dalam sebuah acara tribute untuk Emerson, Lake & Palmer.
Hanuraga memandang Riza sebagai musisi dengan gaya dan komposisi yang orisinal serta visi musikal yang jauh ke depan. Ia juga mengagumi dedikasi, keberanian, dan ketulusan Riza dalam berkarya.
“Senior yang rendah hati, selalu menempatkan dirinya sejajar dengan junior dan tidak pernah sekalipun menggurui,” ujar Hanuraga.
Bagi Hanuraga, SIMAKDIALOG bukan sekadar grup musik, melainkan ruang dialog dan eksperimentasi yang digagas serta diwariskan Riza. Tradisi musikal di dalamnya terus dirawat melalui proses diskusi, eksplorasi, dan pertanyaan terhadap gagasan yang telah ada.
Pandangan serupa disampaikan Cucu Kurnia. Ia memaknai SIMAKDIALOG sebagai wadah diskusi sekaligus laboratorium untuk mengeksplorasi dialog bunyi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!