Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Populasi Koloni Penguin di Kutub Selatan Makin Tergerus Secara Tragis

📅 Minggu, 11 Okt 2026, 16:27 WIB | Oleh:
Populasi Koloni Penguin di Kutub Selatan Makin Tergerus Secara Tragis Doc: Shutterstock

ISTANBUL - Sebuah pulau terpencil di dekat Antartika yang menjadi rumah bagi koloni penguin "chinstrap" terbesar di dunia telah kehilangan hampir dua pertiga populasi penguin tersebut sejak 2011, menurut sebuah studi baru yang diterbitkan Jumat (10/10).

Para peneliti yang dipimpin oleh British Antarctic Survey (BAS) menemukan bahwa jumlah penguin "chinstrap" di Pulau Zavodovski, bagian dari Kepulauan South Sandwich, turun sebesar 63 persen antara 2011 dan 2025.

Populasi tersebut menyusut dari perkiraan 1,09 juta ekor penguin usia reproduksi pada 2011 menjadi sekitar 402.000 ekor pada 2025, yang berarti hilangnya lebih dari 680.000 ekor penguin.

Para peneliti menggunakan survei drone, fotografi udara, data satelit, dan perangkat pelacak yang dipasang pada penguin untuk memantau perubahan pada koloni tersebut.

Mereka menemukan bahwa penurunan populasi itu berkaitan dengan perubahan di Samudra Selatan akibat iklim yang memengaruhi ketersediaan krill Antartika, sumber makanan utama bagi penguin "chinstrap".

“Data pelacakan kami menunjukkan bahwa mereka lebih memilih mencari makan di perairan yang lebih dingin di sebelah barat laut pulau,” kata Norman Ratcliffe, seorang ahli ekologi penguin di BAS yang memimpin penelitian tersebut.

Menurutnya, sebelah barat laut pulau merupakan tempat para penguin berharap menemukan krill Antartika, mangsa yang menjadi komponen terbesar dalam pola makan penguin.

Temuan itu menimbulkan kekhawatiran mengenai populasi penguin "chinstrap" di seluruh wilayah Kepulauan South Sandwich, yang menjadi habitat bagi sebagian besar populasi spesies tersebut di tingkat global.

Para peneliti menyatakan bahwa skala dan kecepatan penurunan populasi itu juga dapat menjadi dasar untuk meninjau kembali status konservasi penguin "chinstrap", yang saat ini dikategorikan sebagai "Least Concern" (Risiko Rendah) oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

40 Rumah Hanyut Diterjang Banjir Bandang

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
40 Rumah Hanyut Diterjang B...

Mendag Ajak Anak Muda Berbisnis Waralaba

35 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Mendag Ajak Anak Muda Berbi...
Megapolitan
IQAir: Indeks Kualitas Udar...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.