Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DKI Jakarta Perluas Layanan Disabilitas, 4.324 Orang Terserap Kerja

📅 Minggu, 11 Okt 2026, 01:30 WIB | Oleh:

“DKI Jakarta bisa menjadi pilot project bagaimana Pemerintah DKI Jakarta mencoba dan berusaha memberikan akses yang sama untuk anak-anak kita tumbuh dan berkembang dalam pemenuhan hak-haknya,” ujar Arifatul.

Menurut Arifatul, pembangunan ekosistem inklusif membutuhkan kesinambungan kebijakan dan kerja sama berbagai pihak. Upaya pemenuhan hak penyandang disabilitas, khususnya anak-anak, tidak cukup dilakukan melalui program atau kegiatan yang hanya berlangsung pada waktu tertentu.

“Inklusi tidak boleh berhenti sebagai sebuah program, kegiatan, atau momentum, karena membangun ekosistem inklusi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja sehingga kolaborasi menjadi kunci utama,” tegasnya.

SPEKIX 2026 berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan beragam kegiatan yang ditujukan untuk memperluas informasi, pendampingan, dan dukungan bagi individu berkebutuhan khusus serta keluarga mereka. Rangkaian acara tersebut meliputi seminar, lokakarya, pameran, pertunjukan, hingga layanan konsultasi.

Adapun rangkaian kegiatan SPEKIX 2026 meliputi:

  1. 35 seminar dan lokakarya yang membahas berbagai topik terkait kebutuhan individu berkebutuhan khusus.
  2. Pameran dari 129 tenant yang menghadirkan beragam produk dan layanan.
  3. Panggung pertunjukan sebagai ruang partisipasi dan ekspresi.
  4. Layanan konsultasi gratis bersama psikolog dan terapis.

Pihak penyelenggara SPEKIX 2026, Srihartati, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berawal dari kebutuhan para orang tua yang kesulitan menemukan informasi dan pendampingan untuk anak berkebutuhan khusus. Pengalaman bertemu dengan para orang tua yang memiliki pertanyaan serupa mendorong lahirnya SPEKIX sebagai ruang berbagi informasi dan dukungan.

“Tujuh tahun yang lalu saya bertemu banyak ibu yang bertanya hal yang sama, ‘Ke mana saya harus mencari tahu?’, dari situlah SPEKIX lahir agar tidak ada lagi orang tua yang mencari jawaban sendirian,” jelas Srihartati.

Ia berharap SPEKIX dapat terus berkembang menjadi ruang bersama yang memperkuat ekosistem ramah bagi individu neurodivergen. Menurutnya, lingkungan yang inklusif perlu memastikan setiap individu dan keluarga memperoleh dukungan serta tidak merasa menghadapi tantangan sendirian.

“Harapan saya tidak pernah berubah sejak hari pertama, semoga suatu hari nanti kalimat ‘kamu tidak sendiri’ tidak perlu lagi diucapkan, karena Indonesia telah menjadi rumah yang ramah bagi setiap individu neurodivergent,” pungkasnya.

Harapan serupa disampaikan Muzdalifah (40), pengunjung asal Cikarang yang datang bersama putranya, Abdul Bahar Alparizi (15). Ia berharap penyelenggaraan SPEKIX pada tahun mendatang dapat menghadirkan layanan pemeriksaan mata bagi anak penyandang disabilitas.

“Harapan saya, inginnya kalau ada SPEKIX lagi tahun depan, ada pemeriksaan mata untuk anak disabilitas,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Megapolitan
Terus Diobok-obok, Kampung ...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.