Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gratis Tanpa Biaya, Pemprov DKI Buka Layanan Konseling Bisnis Buat Warga Jakarta

📅 Kamis, 08 Okt 2026, 18:40 WIB | Oleh:
Gratis Tanpa Biaya, Pemprov DKI Buka Layanan Konseling Bisnis Buat Warga Jakarta Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ket. Tangkapan layar - Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta Dwi Oktavia dalam kegiatan "Pembinaan Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)" yang berlangsung secara daring, Kamis (8/10).

JAKARTA - Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta menyediakan layanan konseling kewirausahaan gratis secara daring bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. 

"Bisa melanjutkan konseling melalui layanan Puspa (Pusat Pelayanan Keluarga) ini secara daring. Pilih jadwal yang disesuaikan dengan kesibukan (masing-masing)," kata Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta Dwi Oktavia dalam kegiatan "Pembinaan Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)" yang berlangsung secara daring, Kamis (8/10).

Layanan tersebut dapat diakses melalui laman puspa.jakarta.go.id. Layanan itu juga menyediakan konsultasi kesehatan, hukum keluarga, psikologi klinis, parenting, dan laktasi.

Dwi mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menginginkan agar ekonomi keluarga di Jakarta semakin baik melalui upaya kewirausahaan sehingga dapat menciptakan lapangan kerja. 

Maka dari itu, Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), yakni kelompok pemberdayaan ekonom produktif yang dikelola oleh kumpulan keluarga akseptor Keluarga Berencana (KB), di bawah binaan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN), diperkuat di Jakarta.

"Melalui UPPKA, kami harapkan kita bisa sama-sama mulai membangun semangat kewirausahaan, supaya kita sama-sama bisa semakin meningkatkan ekonomi keluarga kita," tutur Dwi.

Dia pun berharap dengan semakin banyaknya warga yang memulai usaha di Jakarta, maka lapangan kerja baru akan terbuka, pengangguran berkurang, dan kehidupan masyarakat semakin sejahtera.

Merujuk data Kemendukbangga/BKKBN pada 2025, tercatat sebanyak 252 kelompok UPPKA di Jakarta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 168 kelompok (66,7 persen) di antaranya menjalankan usaha pada bidang kuliner. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Rona
Avenged Sevenfold Gelar Kon...
Luar Negeri
Negara Bagian Johor Tutup S...

AS Bentuk Satgas Pengawasan “AI”

42 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
AS Bentuk Satgas Pengawasan...
Advertisement
Jokowi Tanggapi Upaya Pemakzulan Gibran Seiring Keputusan MK

Jokowi Tanggapi Upaya Pemakzulan Gibran Seiring Keputusan MK

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.