WMO: El Nino Berpotensi Capai Rekor Terkuat Sejak 1950
📅 Sabtu, 10 Okt 2026, 16:45 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJENEWA — Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan fenomena El Nino semakin menguat dan berpotensi menjadi salah satu yang terkuat sejak 1950. Fenomena ini diperkirakan meningkatkan suhu global serta risiko cuaca ekstrem, termasuk panas ekstrem, kekeringan, dan banjir di berbagai wilayah dunia.
Menurut laporan terbaru Global Seasonal Climate Update WMO, terdapat kemungkinan hampir 100 persen bahwa El Nino akan bertahan hingga Februari 2027. Fenomena tersebut diperkirakan mencapai puncaknya sekitar Desember 2026, dilansir dari Anadolu, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo, mengatakan El Nino telah terbentuk dengan kuat dan terus menguat dengan cepat. Ia memperingatkan fenomena tersebut berpotensi menjadi salah satu yang terkuat sejak 1950.
WMO memperkirakan anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino 3.4 mencapai sekitar 3,7 derajat Celsius di atas kondisi normal pada Oktober hingga Desember 2026. Wilayah tersebut berada di Samudra Pasifik ekuatorial bagian tengah dan timur.
Angka tersebut berpotensi menjadi yang tertinggi sejak pengamatan dimulai. Rekor sebelumnya tercatat sebesar 2,6 derajat Celsius di atas kondisi normal pada periode November 2015 hingga Januari 2016.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peningkatan suhu permukaan laut tersebut menjadi salah satu indikator menguatnya fenomena El Nino saat ini. WMO memperkirakan El Nino akan menyebabkan suhu di atas rata-rata di sebagian besar wilayah dunia.
Fenomena ini juga berpotensi mengubah pola curah hujan secara signifikan. Sejumlah wilayah diperkirakan mengalami peningkatan curah hujan, sementara wilayah lainnya menghadapi kondisi yang lebih kering.
Curah hujan di atas normal diperkirakan terjadi di kawasan Tanduk Afrika Raya, sebagian Asia Tengah dan Asia Timur, serta utara Semenanjung Arab. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di sebagian Amerika Utara dan Amerika Selatan bagian tenggara.
Sebaliknya, kondisi lebih kering diperkirakan melanda anak benua India, Amerika Tengah selatan, sebagian wilayah Karibia, dan Amerika Selatan barat laut. Perubahan pola curah hujan tersebut dapat meningkatkan risiko kekeringan maupun banjir di berbagai kawasan.
Saulo menjelaskan bahwa El Nino tidak menghasilkan panas tambahan bagi planet ini, melainkan melepaskan panas yang telah tersimpan di lautan. Ia juga memperingatkan bahwa lautan yang menjadi sumber panas bagi fenomena saat ini berada pada suhu tertinggi yang pernah diukur.
WMO menyatakan badan meteorologi nasional dan forum iklim regional terus memberikan pembaruan secara berkala kepada pemerintah serta mitra kemanusiaan. Langkah tersebut bertujuan mendukung kesiapsiagaan dan pengelolaan risiko untuk menghadapi potensi dampak El Nino di berbagai wilayah dunia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!