Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tantangan Terberat Orangtua Saat Mendapat Informasi Sang Buah Hati Didiagnosis Autis

3 Minggu, 11 Okt 2026, 01:02 WIB | Oleh:
Tantangan Terberat Orangtua Saat Mendapat Informasi Sang Buah Hati Didiagnosis Autis Tantangan Terberat Orangtua Saat Mendapat Informasi Sang Buah Hati Didiagnosis Autis Doc: ist
Ket. perlu penerimaan total dari orangtua

JAKARTA – Tak ada orangtua yang menginginkan anaknya autis. Tapi lalu harus bagaimana bila ternyata sang buah hati dinyatakan dokter menyandang autis? Apa tantangan terberat orangtua?

Penyanyi dan penulis buku sekaligus orang tua dari anak dengan autisme, Wina Natalia, mengungkapkan bahwa menjaga kesehatan mental dan menenangkan diri sendiri merupakan tantangan paling berat bagi seorang ibu saat pertama kali menerima diagnosis autisme pada sang buah hati.

"Ternyata setelah mendapat diagnosis itu, yang paling berat adalah menenangkan diri saya sendiri sebagai seorang ibu," ujar Wina ketika ditemui setelah acara pembukaan Special Kids Expo (SPEKIX) Neurodiversity Expo 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Sabtu.

Wina menceritakan dirinya membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk dapat berdamai dengan kenyataan setelah putranya, Sigra, didiagnosis mengalami Autism Spectrum Disorder (ASD) pada usia tiga tahun.

Pada masa-masa awal tersebut, ia mengaku sempat terjebak dalam fase menyalahkan diri sendiri yang mendalam karena merasa dirinyalah yang mengandung dan melahirkan.

"Selama setahun itu kondisinya saya selalu menyalahkan diri sendiri. Saya pikir waktu itu yang paling bersalah adalah saya, 'Saya yang salah nih sampai anak saya autis'," kata Wina.

Untuk memulihkan kondisi emosionalnya dan menerima keadaan, Wina bahkan sempat berkonsultasi ke psikolog. Menurut dia, proses rekonsiliasi dengan batin sendiri jauh lebih rumit daripada menghadapi respons sang anak.

"Saya ke psikolog untuk berdamai dengan diri sendiri. Jauh lebih susah berdamai dengan diri sendiri dibanding dengan anak, karena anak punya dunianya sendiri dan dia tidak sadar kalau berbeda," ucapnya.

Kendati demikian, Wina segera menyadari bahwa larut dalam rasa bersalah dan penyangkalan yang berkepanjangan justru akan merugikan tumbuh kembang buah hatinya.

Jika orang tua terus terpuruk, kata dia, anak berisiko tidak tertangani dan kehilangan masa emas untuk mendapatkan intervensi terapi sedini mungkin.

"Untungnya saya sadar. Kalau saya terlalu sedih, anak ini akhirnya tidak diapa-apakan dan kita kehilangan momen untuk membuat dia lebih baik. Dari situ saya bangkit," tutur Wina.

Wina menambahkan, dukungan dari keluarga inti termasuk penerimaan hangat dari kakak-kakak Sigra menjadi sistem pendukung paling krusial yang membantunya pulih dari keterpurukan mental.

Tepat satu tahun pascadiagnosis, yakni saat Sigra merayakan ulang tahun ke-4, Wina akhirnya memiliki keberanian mental untuk pertama kalinya membagikan cerita kondisi istimewa sang anak kepada publik.

Ia pun berpesan kepada para orang tua, khususnya para ibu yang baru menerima diagnosis serupa, agar tidak menghukum diri sendiri ketika emosi negatif melanda.

"Tidak apa-apa jika merasa bingung, sedih, atau takut. Semua orang tua pasti melewati fase itu karena tidak ada yang langsung siap. Tapi pesan saya, lewati fasenya, cepat bangkit, jangan berlarut-larut, dan jangan pernah merasa malu," pungkas Wina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Perkembangan Inflasi Indonesia pada Oktober 2026

21 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Perkembangan Inflasi Indone...
Luar Negeri
Gencatan Senjata Lokal di K...
Luar Negeri
Partai Komunis Tiongkok aka...
Megapolitan
Pencatutan Nama Pejabat Jad...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.