Remitansi Pekerja Migran Tembus Rp288 Triliun, Potensi Ekonomi Jangan Disia-siakan
📅 Jumat, 09 Okt 2026, 23:00 WIB | Oleh: Tim PenulisBANDUNG – Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mencatat pertumbuhan tren positif pengiriman uang (remittance) dari para pekerja migran Indonesia yang menembus angka Rp288 triliun pada tahun 2025, atau naik 14 persen dari tahun-tahun sebelumnya.
"Remitansi kita dari tahun ke tahun meningkat. Tahun 2023 sebesar Rp227 triliun, tahun 2024 naik menjadi Rp253 triliun, dan tahun 2025 lalu naik 14 persen menjadi Rp288 triliun," kata Menteri P2MI Mukhtarudin dalam peresmian Migrant Center dan peninjauan SMK Go Global di Universitas Teknologi Bandung (UTB), Bandung, Jumat (9/10).
Mukhtarudin menggarisbawahi bahwa kontribusi pekerja migran terhadap perekonomian nasional sangat dominan, terutama melalui penguatan cadangan devisa dan perputaran uang di tingkat basis (pedesaan).
Berdasarkan data Bank Indonesia, kontribusi remitansi pekerja migran menyumbang hingga 11 persen dari total cadangan devisa nasional.
Ia mengkalkulasi bahwa dengan efek ganda (multiplier effect) sebesar dua kali lipat saja, arus uang dari remitansi tersebut menciptakan pergerakan ekonomi nasional hingga hampir Rp600 triliun per tahun.
"Uang yang beredar di masyarakat tidak hanya dari government spending APBN/APBD, atau investasi. Remitansi yang dikirim pekerja migran langsung masuk ke keluarga di desa-desa, memperkuat ekonomi keluarga, dan menggerakkan ekonomi daerah asal," ujarnya menjelaskan.
Karenanya menurut dia, dengan semakin bertambahnya porsi penempatan pekerja berkeahlian (skilled worker) yang berpenghasilan lebih tinggi melalui program SMK Go Global, pihaknya optimistis nilai remitansi pada tahun berikutnya dapat terus meningkat.
"Mungkin bisa melampaui angka Rp300 triliun," tuturnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!