10 Sekolah di Gunungkidul Pamerkan Kreasi Batik Program Sidomukti
📅 Jumat, 09 Okt 2026, 21:10 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Sebanyak 10 sekolah dampingan Dompet Dhuafa Yogyakarta memamerkan kreasi batik dalam Pertunjukan Rakyat Gayeng Guyub Sidomukti di Pendopo Bangsal Sewokoprojo, Gunungkidul, Kamis (8/10/2026). Kegiatan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Dompet Dhuafa Yogyakarta ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-196 Kabupaten Gunungkidul.
Melalui program Sidomukti, siswa dan guru mengembangkan keterampilan membatik sekaligus menghasilkan karya dengan motif khas yang mencerminkan kreativitas masing-masing sekolah. Pameran tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk memperkenalkan hasil pembelajaran budaya kepada masyarakat.
Sepuluh sekolah yang berpartisipasi dalam kegiatan ini meliputi:
- SDN Sumberjo
- SDN Joho
- SDN Jurangjero
- SDN Kwangen
- SDN Tambakromo III
- SD Muhammadiyah Sukorejo
- SD Muhammadiyah Unggulan Karangmojo
- SD Muhammadiyah Karangduwet
- SD Muhammadiyah Piyaman
- MI Muhammadiyah Macanmati
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih bersama jajaran pemerintah daerah turut mengunjungi stan pameran untuk melihat karya batik yang dihasilkan para siswa. Dalam kesempatan tersebut, siswa dan pendamping menjelaskan motif serta proses kreatif di balik karya mereka, sekaligus menyerahkan hasil batik kepada bupati sebagai bentuk apresiasi terhadap pembelajaran budaya melalui program Sidomukti.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Asbani, mengapresiasi dukungan Dompet Dhuafa Yogyakarta dalam membantu sekolah mengembangkan pembelajaran membatik. Menurutnya, batik merupakan bagian dari warisan budaya bangsa yang perlu terus diperkenalkan dan dikembangkan melalui pendidikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul sendiri telah mengembangkan muatan lokal batik sejak 2017 dan kini memasuki tahap penyusunan buku untuk digunakan di sekolah-sekolah. Asbani berharap program Sidomukti dapat memperkuat upaya tersebut melalui kolaborasi yang selaras dengan capaian kurikulum pendidikan daerah.
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta Muhammad Zahron mengatakan, program Sidomukti dirancang tidak hanya untuk memberikan manfaat kepada penerima program, tetapi juga mendorong mereka mengembangkan potensi yang dimiliki. Melalui kegiatan ini, siswa dan guru memperoleh kesempatan untuk belajar membatik, menghasilkan karya, serta mengenali kekayaan budaya di lingkungan mereka.
Zahron berharap keterampilan yang telah dikembangkan dapat terus diterapkan oleh masing-masing sekolah, baik melalui kegiatan pembelajaran maupun produksi karya siswa. Dengan demikian, kreativitas peserta didik dan potensi budaya lokal dapat terus tumbuh serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain menampilkan kreasi batik, kegiatan Gayeng Guyub Sidomukti turut melibatkan penerima manfaat program ekonomi Ashabul Kopi Dompet Dhuafa Yogyakarta. Para barista menyajikan kopi kepada tamu dan peserta dengan mempraktikkan keterampilan yang telah dipelajari melalui program pemberdayaan tersebut.
Keterlibatan Ashabul Kopi menjadi kesempatan bagi para penerima manfaat untuk memperkenalkan kemampuan mereka kepada publik. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan keterlibatan program pemberdayaan ekonomi dalam acara yang mengangkat pembelajaran budaya dan kreativitas masyarakat.
Kolaborasi Pemkab Gunungkidul dan Dompet Dhuafa Yogyakarta melalui Gayeng Guyub Sidomukti diharapkan dapat memperkuat pembelajaran budaya di lingkungan sekolah. Program ini juga menjadi upaya mendorong siswa dan guru mengembangkan keterampilan membatik sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal di tengah generasi muda.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!