Sulap Kawasan Kumuh Pakai AI, Pramono Anung Targetkan Penataan Tanah Abang Rampung 2028
📅 Kamis, 08 Okt 2026, 18:42 WIB | Oleh: AlfredJAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan proyek revitalisasi dan penataan kawasan permukiman berbasis kecerdasan buatan (AI) di Kampung Bali, Kebon Melati, dan Kebon Kacang, Jakarta Pusat, rampung pada 2028.
Pramono menjelaskan teknologi tersebut perlu diterapkan untuk menjawab persoalan nyata di lapangan, termasuk penataan kawasan sepanjang 2,3 kilometer yang mencakup Kampung Bali, Kebon Melati, dan Kebon Kacang di Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
“Saya ingin dilakukan pembenahan dan dibuat menjadi cantik. Saya ingin tahun 2028 ini selesai,” kata Pramono saat menghadiri Roundtable Discussion bertajuk “Shaping the Future Together: Strategic AI Partnership Between Korea and Indonesia” di Jakarta, Kamis (8/10).
Pramono mengatakan AI dapat dimanfaatkan untuk membantu perancangan kawasan, penggunaan CCTV, serta mendukung pendekatan penataan yang lebih terukur.
Selain untuk penataan kawasan, Pemprov DKI juga melihat potensi AI dalam pelayanan publik, pengambilan kebijakan berbasis data, dan pengelolaan mobilitas perkotaan.
Penataan menggunakan AI tersebut, kata Pramono, diharapkan dapat menjadi contoh penerapan teknologi untuk meningkatkan kualitas kawasan permukiman.
“Ini bisa menjadi contoh bahwa penyelesaian persoalan kawasan kumuh dengan menggunakan AI juga bisa dilakukan dan itu dilakukan di Jakarta,” ujarnya.
Namun, Pramono menekankan pemanfaatan AI harus tetap berorientasi pada manusia dengan menjaga privasi, keamanan, keadilan, akuntabilitas, serta inklusi digital.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan pembenahan di beberapa kawasan Jakarta Pusat yakni Tanah Abang, Kebon Melati, Kebon Kacang hingga Kampung Bali.
“Kebetulan hari ini di Balai Kota ada rapat paripurna. Salah satu yang diputuskan adalah melakukan pembenahan di Tanah Abang, Kebon Melati, Kebon Kacang, Kampung Bali. Tidak jauh dari istana, tidak jauh dari Balai Kota, tidak jauh dari Bundaran HI. Tetapi salah satu tempat yang paling kumuh adalah di tempat itu,” jelas Pramono.
Pramono memaparkan di sejumlah wilayah terdapat ruas yang sudah hampir 60 tahun tidak tertangani secara baik.
Bahkan, lanjutnya, ada beberapa hunian yang dalam satu rumah dihuni oleh 15 orang anggota keluarga sehingga perlu bergantian saat tidur.
Hal inilah yang menjadi alasan Pemprov DKI Jakarta ingin membenahi kawasan tersebut.
“Tentunya saya menginginkan masyarakat Jakarta, apalagi ini tidak jauh dari pusat keramaian Jakarta; Bundaran HI, Balai Kota, Istana. Maka kami melakukan perbaikan kawasan secara menyeluruh,” ucap Pramono.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!