Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Volume Sampah Turun, DPRD DKI Minta Kompensasi Bantargebang Dihitung Ulang

30 Jumat, 09 Okt 2026, 17:25 WIB | Oleh:
Volume Sampah Turun, DPRD DKI Minta Kompensasi Bantargebang Dihitung Ulang Volume Sampah Turun, DPRD DKI Minta Kompensasi Bantargebang Dihitung Ulang Doc: DPRD DKI Jakarta
Ket. Kalangan legislator meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengevaluasi kerja sama pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Evaluasi tersebut mencakup penghitungan ulang kompensasi atas dampak bau tidak sedap yang dihasilkan dari aktivitas pengelolaan sampah.

JAKARTA - Kalangan legislator meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengevaluasi kerja sama pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Evaluasi tersebut mencakup penghitungan ulang kompensasi atas dampak bau tidak sedap yang dihasilkan dari aktivitas pengelolaan sampah.

Permintaan itu muncul setelah volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang menurun menyusul penerapan kebijakan pembatasan dan pemilahan sampah oleh Pemprov DKI Jakarta. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi dasar untuk menyesuaikan besaran kompensasi dengan volume sampah yang masih masuk ke lokasi pengolahan.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengatakan, Pemprov DKI perlu membahas kembali besaran kompensasi bersama Pemerintah Kota Bekasi. Langkah tersebut diperlukan agar nilai kompensasi mencerminkan kondisi terbaru pengiriman sampah dari Jakarta ke Bantargebang.

“Maka perlu duduk bersama dengan Pemkot Bekasi untuk menghitung ulang,” ujar Yuke, Kamis (8/10).

Menurut Yuke, penurunan volume sampah juga berdampak pada berkurangnya jumlah perjalanan atau ritase truk pengangkut sampah setiap hari. Dengan kondisi tersebut, renegosiasi kerja sama diharapkan dapat menghasilkan efisiensi anggaran bagi Pemprov DKI Jakarta.

Anggaran yang berhasil dihemat dari penyesuaian kerja sama tersebut selanjutnya dapat dialihkan untuk memperkuat penanganan sampah di lokasi lain. Upaya ini dinilai penting agar pengelolaan sampah Jakarta tidak hanya bergantung pada TPST Bantargebang, tetapi juga didukung oleh alternatif pengolahan di berbagai wilayah.

Yuke turut mendorong Pemprov DKI memperbanyak pilihan pengolahan sampah, salah satunya melalui pemanfaatan sampah organik untuk mendukung kebutuhan peternakan Perumda Dharma Jaya di Ciangir. Selain itu, pemerintah daerah diminta mengoptimalkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) sebagai bagian dari upaya mengurangi sampah yang harus diangkut ke tempat pemrosesan akhir.

Meski mendukung pembatasan pengangkutan sampah, Yuke mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan persoalan baru di lingkungan permukiman warga. Menurutnya, pengurangan pengiriman ke Bantargebang harus disertai pengelolaan yang memadai agar sampah tidak justru menumpuk di kawasan tempat tinggal masyarakat.

“Jangan sampai pembatasan pengangkutan justru menimbulkan tumpukan sampah baru di lingkungan warga,” kata dia.

Untuk memastikan kebijakan pemilahan berjalan efektif, Yuke berharap Pemprov DKI memperkuat penegakan sanksi terhadap pelanggaran aturan pemilahan sampah. Ia mendorong evaluasi ketentuan sanksi yang tercantum dalam peraturan daerah maupun peraturan gubernur agar penerapannya lebih efektif dan mampu memberikan efek jera.

Selain penegakan aturan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta diminta memperbaiki sistem pengangkutan sampah. Perbaikan tersebut diperlukan agar sampah yang telah dipilah oleh masyarakat tetap terpisah selama proses pengangkutan dan tidak kembali tercampur.

Yuke berharap renegosiasi kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi dapat menghasilkan besaran kompensasi yang sesuai dengan kondisi fiskal daerah, penurunan tonase sampah, serta kebutuhan penanganan sampah Jakarta secara menyeluruh. Dengan demikian, efisiensi anggaran dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pengelolaan sampah dan perlindungan lingkungan permukiman warga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
Megapolitan
Sensus Ekonomi Jakarta Hamp...
Ekonomi
Bulog Lampaui Target Serapa...
Ekonomi
Pelepasan Ekspor Komoditas ...
Advertisement
Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

29 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.