Asian Games 2026 di Jepang Berakhir: Rekor, Kontroversi, dan Hujan Mewarnai Pesta Olahraga Asia
Senin, 05 Okt 2026, 00:30 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraPenyelenggara menyebut sistem tersebut dapat menjadi model untuk penyelenggaraan multi-event olahraga pada masa mendatang. Namun, pelaksanaannya justru memunculkan sejumlah masalah.
Beberapa kontingen mengeluhkan tempat tinggal yang terlalu sempit serta tempat tidur yang terlalu pendek. Membengkaknya jumlah atlet dan ofisial juga membuat tempat tidur tidak mencukupi untuk seluruh peserta.
Seorang pejabat Olimpiade Thailand bahkan menggambarkan situasi tersebut seperti “permainan kursi musik” ketika para peserta berusaha mendapatkan tempat untuk tidur.
Di tengah berbagai persoalan, sejumlah pertandingan tetap menghadirkan tontonan menarik. Salah satunya final kriket yang mempertemukan India dan Pakistan, dua rival berat di Asia. India keluar sebagai juara setelah mengalahkan Pakistan.
Perenang bukan satu-satunya yang mencetak sejarah. Atlet angkat besi Korea Utara, Ri Song Gum, yang hanya memiliki tinggi 140 sentimeter, tampil luar biasa dengan memecahkan tiga rekor dunia dalam satu hari untuk merebut medali emas.
Namun, masalah kembali muncul ketika panitia memainkan lagu kebangsaan Korea Utara saat tim hoki putri Korea Selatan bertanding.
Gangguan transportasi juga terjadi. Sejumlah bus atlet tidak datang sesuai jadwal, bahkan ada yang tidak muncul sama sekali. Dua tim juga sempat dikirim ke lokasi pertandingan yang salah sehingga laga bola voli harus ditunda.
“Jika saya harus memberi mereka nilai, saya akan memberikan nilai F,” kata Presiden Korean Sport and Olympic Committee, Ryu Seung-min.
Penyelenggara juga mendapat kritik terkait jumlah penonton. Upacara pembukaan berlangsung di hadapan ribuan kursi kosong. Kondisi yang lebih mencolok terjadi pada semifinal sepak bola putri antara Jepang dan Korea Selatan.
Pertandingan tersebut hanya disaksikan 998 penonton di stadion berkapasitas 50.000 orang.
Presiden Komite Olimpiade Jepang, Seiko Hashimoto, mengakui bahwa penyelenggaraan Asian Games kali ini memiliki banyak kekurangan. “Memang ada banyak masalah,” kata Hashimoto.
Namun, ia menegaskan Jepang tetap ingin menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional pada masa mendatang dan akan menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi.
Hashimoto menyebut cuaca buruk turut membuat sebagian penonton enggan datang. Meski demikian, ia menegaskan beberapa cabang olahraga tetap mampu menarik jumlah penonton yang cukup besar.
Sekitar 30.000 penonton hadir ketika Korea Selatan mengalahkan Jepang 1-0 untuk merebut medali emas sepak bola putra. Namun, pesta kemenangan tersebut juga diwarnai insiden ketika bendera Korea Selatan gagal dikibarkan dalam seremoni penyerahan medali.
Jepang menutup Asian Games dengan 83 medali emas dan berada di posisi kedua klasemen. Tiongkok tampil sebagai juara umum dengan koleksi 169 emas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!