Upaya Mengembalikan Tumbuhan Endemik di Kawasan Hutan Cekik, Jembrana, Bali
Sabtu, 24 Okt 2026, 23:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jembrana - Taman Nasional Bali Barat (TNBB) berupaya mengembalikan tanaman endemik di kawasan Hutan Cekik, Kabupaten Jembrana, Bali dengan mengendalikan perkembangan tanaman pendatang dan invasif.
"Ekosistem asli Hutan Cekik adalah padang savana atau padang rumput. Namun saat ini kawasan hutan itu dikuasi tanaman jenis kerasi dan kerinyu yang invasif," kata Kepala Seksi Wilayah I Taman Nasional Bali Barat Isai Yusidarta kepada wartawan di Jembrana, Bali, Sabtu.
Hal itu dia sampaikan menanggapi isu viral di media sosial, yang menayangkan kebakaran di hutan kawasan Cekik yang masuk wilayah Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya.
Menurut dia, petugas melakukan pembabatan terhadap tanaman kerasi dan kerinyu, selanjutnya dikumpulkan dalam beberapa titik dan dilakukan pembakaran yang terkendali.
"Saat musim hujan benih padang savana akan kami tebar agar tumbuh dengan baik. Pembersihan memang sewajarnya dilakukan sekarang, sehingga saat musim hujan lahan sudah siap," katanya.
Sebagai taman nasional, kata dia kawasan hutan Bali Barat memiliki definisi flora dan fauna yang harus dipertahankan, salah satunya keberadaan padang savana.
Dengan mengembalikan habitat asli, kata dia, fungsi pengembangan pengetahuan, pendidikan dan penelitian yang menunjang budidaya, wisata dan kegiatan pemanfaatan lainnya akan terpenuhi di taman nasional tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Taman Nasional Bali Barat di Gilimanuk Adang Bayu Pamungkas membenarkan ada pembersihan lahan tersebut.
Selain untuk mengembalikan ekosistem padang savana, dia mengatakan, pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap potensi kebakaran di hutan itu.
"Sempat ada beberapa titik api yang kami duga dari pencari madu. Oleh petugas Manggala Agni TNBB, api tersebut berhasil dipadamkan," katanya.
Selain api yang diduga dari aktivitas mencari madu, menurut dia, petugas juga melakukan penyekatan agar kobaran api tidak meluas dengan melakukan pembersihan terhadap tanaman kerasi dan kerinyu.
"Dua jenis tanaman itu berpotensi kuat menyebarkan api. Kami lakukan pembersihan sekaligus penyekatan untuk mencegah kebakaran meluas," katanya
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!