Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?
📅 Sabtu, 24 Okt 2026, 02:50 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoSHANGHAI - Dua perempuan wirausaha Indonesia yaitu CEO "Birufinery" Azalea Ayuningtyas dan CEO "HerLens" Jihan Alfiyyah Munajat memenangkan kompetisi kewirausahaan sosial dunia "Unlock Her Future 2026" dan berkesempatan mengakses pendanaan hingga 100 ribu dolar AS (sekitar Rp1,8 miliar).
"Birufinery" adalah perusahaan rintisan yang mengolah rumput laut menjadi biostimulan untuk pertanian sedangkan "HerLens" dikembangkan pada 2024 dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) agar membantu bidan melakukan pemeriksaan awal kanker serviks bagi perempuan di Indonesia, khususnya pedesaan.
"Saya sangat bersyukur bisa berada di sini. Saya berkesempatan bertemu dengan para wirausaha perempuan yang luar biasa, baik para finalis maupun para alumni. Merupakan suatu kehormatan bagi saya bisa menjadi salah satu pemenang tahun ini, karena saya tahu setiap orang di sini berjuang dengan sepenuh hati," kata Azalea di panggung saat namanya disebut sebagai salah satu pemenang dalam malam penganugerahan yang diselenggarakan di Shanghai, Jumat (23/10).
Setelah nama Azalea dipanggil, beberapa saat kemudian, nama "Alfi Munajat" pun dipanggil menjadi pemenang selanjutnya.
"Saya merasa sangat gugup. Terima kasih telah memercayai saya dan memercayai misi kami. Saya sadar masih banyak yang harus saya lakukan agar misi ini terus berkembang dan dapat bermanfaat bagi dunia, khususnya bagi Indonesia," kata Alfi dengan mata berkaca-kaca di panggung.
Selain Azalea dan Alfi, terdapat dua pemenang lain yaitu perwakilan dari China, Kyle Li melalui "38 Fixers" yang melatih perempuan menjadi teknisi perbaikan rumah dan Nhung Tran Huyen dari Vietnam melalui "Tham Nhung Social Enterprise" yang menyediakan dukungan kesehatan mental dan bantuan hukum bagi pekerja migran perempuan di lingkungan pabrik.
Selain itu juri juga memberikan "Hanourable mention" kepada dua finalis lain yaitu Jieun Lee dari Korea Selatan melalui "Giboo" yang membuat AI untuk menghubungkan penyandang dana filantropi dan program sosial yang butuh pendanaan serta finalis Thailand Prangthong Tiengkate karena mengembangkan "Bamboo Family Market" yaitu pasar kerajinan komunitas yang telah memberdayakan lebih dari 60 perempuan pengrajin.
"Ini merupakan keputusan yang sangat sulit. Kami membutuhkan waktu empat jam untuk mengambil keputusan, tetapi sebenarnya proses pertimbangan tersebut telah berlangsung selama beberapa hari," kata super model Thailand Cindy Bishop yang menjadi perwakilan dewan juri.
Cindy menyebut dewan juri mempertimbangkan banyak faktor dalam memutuskan pemenang yaitu terkait gagasan, kemampuan untuk memperluas skala usaha serta cara melaksanakan gagasan tersebut.
Para pemenang menjadi bagian dari total 12 finalis asal Asia Timur dan Tenggara yang terpilih dari sekitar 1.500 pendaftar dalam ajang tahunan yang telah diselenggarakan sejak 2022 tersebut oleh "The Bicester Collection", yaitu perusahaan asal Inggris yang bergerak di bidang ritel mewah dan pariwisata belanja.
"Kemenangan ini benar-benar kesempatan untuk merefleksikan segala kegiatan yang dilakukan teman-teman di Birufinery dan berharap dukungan dana dari 'Bicester' dapat digunakan untuk mengedukasi lebih banyak petani-petani kecil mengenai biostimulan dari kami," kata Azalea kepada ANTARA.
"Birufinery" sendiri adalah perusahaan rintisan yang didirikan pada 2024 dan berbasis di Flores dan Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Produk unggulan "Birufinery" adalah biostimulan atau vitamin tanaman yang berasal dari rumput laut sehingga bukan saja menyuburkan tanah tapi juga dapat menyerap nitrogen dari laut (reduce ocean eutrophication) mengingat saat ini kandungan nitrogen sudah terlalu banyak di laut.
“Kalau tanpa dukungan dana tambahan akan sulit memberikan edukasi bagi para petani kecil, dan kami juga berencana untuk memperbesar rantai pasok dari rumput lautnya sendiri di NTT, supaya kita bisa mengajarkan tentang seaweed farming yang lebih ramah terhadap laut, dan juga memberikan bibit unggul buat petani-petani rumput laut,” tambah Azalea yang mengaku belum tahu berapa jumlah dana yang akan didapatkannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!