Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertalite Tambah Kuota, Beban Konsumsi BBM Subsidi Bakal Kian Disorot

📅 Jumat, 23 Okt 2026, 19:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pertalite Tambah Kuota, Beban Konsumsi BBM Subsidi Bakal Kian Disorot Doc: ANTARA/ Darwin Fatir
Ket. Ilustrasi - Operator SPBU mengisikan BBM non subsidi jenis Pertalite ke mobil angkutan umum saat promosi satu harga dengan Premium beberapa waktu di Jalan Ratulangi, Makassar, Sulawesi Selatan.

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah akan menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, yakni pertalite, sebagai respons dari perpindahan konsumen BBM nonsubsidi ke subsidi.

“Ada kenaikan (kuota). Karena ada kenaikan, pasti akan terjadi penambahan kuota. Masih kami kaji,” ujar Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (23/10).

Bahlil menjelaskan penambahan kuota pertalite disebabkan oleh konsumen BBM nonsubsidi RON 92, seperti pertamax, yang berpindah ke pertalite. Perpindahan tersebut terjadi akibat kenaikan BBM sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang menyebabkan ditutupnya Selat Hormuz.

Perpindahan konsumen tersebutlah yang menyebabkan pemerintah harus melakukan penyesuaian kuota pertalite.

Sosok yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut mengatakan akan mengkaji penambahan kuota pertalite pada akhir bulan Oktober. Bahlil juga menyampaikan pemerintah sudah mengkaji kesiapan anggaran ihwal penambahan kuota pertalite.

“Untuk pertalite nanti coba saya akan melakukan exercise di akhir bulan ini, ya. Memang ada terjadi peningkatan,” ucap Bahlil.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat konsumsi pertalite naik hingga 12,92 persen pada Juli 2026, tepatnya sebulan setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis pertamax.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan rata-rata penyaluran pertalite sebelum terjadinya kenaikan harga pertamax adalah 75.795 kiloliter (kl) per hari. Akan tetapi, setelah harga pertamax naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter pada 10 Juni 2026, terjadi lonjakan rata-rata penyaluran pertalite.

Pada 10 Juni 2026, konsumsi pertalite tercatat sebanyak 82.760 kl per hari, naik 9,19 persen dengan selisih 6.965 kl per hari apabila dibandingkan dengan rata-rata penyaluran pertalite sebelum kenaikan harga pertamax.

Kemudian, pada Juli 2026, kenaikan konsumsi pertalite kembali terjadi, yakni sebanyak 85.589 kl per hari, naik 12,92 persen dengan selisih 9.794 kl per hari apabila dibandingkan dengan rata-rata penyaluran pertalite sebelum kenaikan harga pertamax.

Pada periode Agustus, ujar Wahyudi, terjadi penurunan konsumsi pertalite apabila dibandingkan dengan bulan Juli. Rata-rata penyaluran pertalite pada bulan Agustus berada di kisaran 84.368 kl per hari, lebih rendah dibandingkan dengan bulan Juli.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.