Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Viral Aniaya ABK, KKP Amankan KM Maulana 23 di Laut Aru

📅 Minggu, 04 Okt 2026, 16:58 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Viral Aniaya ABK, KKP Amankan KM Maulana 23 di Laut Aru Doc: istimewa
Ket. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengamankan KM Maulana 23 beserta 28 awaknya terkait video viral dugaan penganiayaan awak kapal perikanan (AKP)

JAKARTA– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengamankan KM Maulana 23 beserta 28 awaknya terkait video viral dugaan penganiayaan awak kapal perikanan (AKP). Kapal tersebut ditangkap tim patroli KP Hiu 14 Ditjen PSDKP pada Jumat (2/10) pukul 14.30 WIT saat beroperasi di WPPNRI 718 Laut Aru dan Arafura.

Penindakan cepat ini sekaligus menangguhkan izin operasional KM Maulana 23. Saat ini kapal dan seluruh kru telah dibawa ke Kantor Wilayah Kerja PSDKP Dobo untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan tindakan tersebut sebagai bentuk ketegasan pemerintah melindungi nelayan.

"Tayangan yang kita lihat di media sosial itu jelas menciderai rasa keadilan. Maka tim patroli langsung melakukan tindaklanjut mencari tahu detail kapal dan keberadaannya. Saat ini kapal sudah kami amankan beserta para kru," ungkap Menteri Trenggono di Jakarta, Minggu (4/10).

Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pung Nugroho Saksono (Ipunk) dalam konferensi pers di Muara Baru, Jakarta Utara, Minggu (4/10), mengungkapkan kronologi penangkapan.

"Kapal tersebut kami monitor melalui VMS sedang beroperasi di Laut Aru. Saat ini KM Maulana 23 beserta 28 awak kapal perikanan sudah dibawa di kantor Wilker PSDKP Dobo untuk kami dalami kasus ini lebih lanjut," ujar Ipunk.

Dari hasil pemeriksaan awal, KM Maulana 23 merupakan kapal 89 GT yang beroperasi dengan alat tangkap pancing cumi dan memuat sekitar 1 ton cumi.

Tim Pengawas Perikanan saat ini melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) menyeluruh. Pemeriksaan meliputi dokumen perizinan, kesesuaian kegiatan penangkapan, alat tangkap, hasil tangkapan, dan aspek operasional lainnya.

Untuk dugaan pidana penganiayaan, KKP akan berkoordinasi dengan Kepolisian sesuai kewenangan.

Langkah ini sejalan dengan komitmen KKP memberikan jaminan keamanan bagi nelayan sebagaimana mandat UU No.7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam Pasal 39 ayat (1).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Nasional
BPDLH: Alokasi Dana Abadi u...
Luar Negeri
Sudah Terusir dari Rumah, P...

Putin Sebut Barat Sengaja Bikin 'Tirai Besi'

53 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Putin Sebut Barat Sengaja B...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.