Jejak Tumbukan Komet dan Asteroid Ungkap Penyusutan Merkurius
📅 Rabu, 23 Sep 2026, 07:42 WIB | Oleh: Haryo BronoBepiColombo
Kesempatan untuk menguji kembali perkiraan tersebut datang dari BepiColombo, misi gabungan Badan Antariksa Eropa (ESA) dan Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA). Setelah menempuh perjalanan hampir delapan tahun, misi tersebut memasuki tahap kedatangan menuju Merkurius.
Dua wahana pengorbit yang dibawanya dirancang untuk melakukan pengamatan lebih rinci terhadap planet tersebut. BepiColombo akan melakukan pengukuran topografi Merkurius dengan cakupan dan ketelitian yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Data tersebut penting karena Messenger belum mampu melakukan pengukuran topografi global dengan kemampuan yang sama. Dengan pemetaan baru, ilmuwan dapat memeriksa kembali persebaran tebing, punggungan, kawah, dan struktur permukaan lain yang berkaitan dengan kontraksi planet.
Wahana Mercury Planetary Orbiter juga akan memberikan pengamatan terhadap wilayah selatan Merkurius, melengkapi data Messenger yang memiliki cakupan resolusi tinggi terutama di belahan utara.
Selain topografi, BepiColombo akan mengukur berbagai aspek lain yang dapat membantu menyusun gambaran lebih lengkap mengenai interior Merkurius. Pengukuran tersebut mencakup anomali gravitasi, ketebalan kerak, struktur interior, serta komposisi unsur dan mineral di permukaan. Semua data tersebut saling melengkapi.
Apakah Merkurius Masih Menyusut?
Istilah “Merkurius menyusut” dapat menimbulkan kesan bahwa planet tersebut sedang mengecil dengan cepat hingga saat ini. Namun, proses yang dibahas dalam penelitian ini berlangsung dalam rentang waktu geologis yang sangat panjang.
Penyusutan terutama berkaitan dengan pendinginan interior Merkurius sejak planet tersebut terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu. Ketika energi panas dari bagian dalam dilepaskan, material interior mengalami perubahan volume yang kemudian diteruskan ke lapisan batuan di permukaan. Jejak proses tersebut tetap terlihat hingga sekarang dalam bentuk tebing dan punggungan.
Jadi, yang sedang dicari para ilmuwan bukanlah perubahan ukuran Merkurius yang dapat diamati dari tahun ke tahun, melainkan seberapa besar planet itu telah berkontraksi sepanjang sejarah geologisnya. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!