Trump Klaim Russia-Ukraina Sepakati Gencatan Energi
📅 Selasa, 13 Okt 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiWashington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (11/10) mengatakan bahwa Ukraina dan Ukraina telah menyepakati "gencatan energi" yang akan segera berlaku. Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengaku belum mengetahui adanya kesepakatan tersebut.
"Berlaku segera," tulis Trump melalui platform Truth Social, seraya menyatakan bahwa kedua pihak telah mencapai kesepakatan.
Namun, kepada media AS Axios, Zelensky mengatakan pengumuman Trump merupakan informasi baru baginya.
"Tetapi jika Ukraina menyetujui gencatan energi, Ukraina akan menyetujuinya," kata Zelensky.
Pernyataan Trump tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan Washington terhadap Kiev agar menghentikan serangan terhadap fasilitas pengolahan minyak Ukraina.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut laporan Financial Times pada Minggu (11/10), AS mengancam akan menghentikan pasokan senjata dan informasi intelijen kepada Ukraina untuk menekan negara tersebut agar menghentikan serangan terhadap kilang minyak Ukraina.
Dengan mengutip sejumlah pejabat Eropa, surat kabar itu melaporkan bahwa Washington juga menekan negara-negara Eropa agar mendorong Ukraina menghentikan serangan terhadap fasilitas pengolahan minyak Ukraina.
Peringatan AS tersebut mencakup ancaman penangguhan pertukaran informasi intelijen serta mekanisme pengadaan senjata bagi Ukraina melalui Prioritized Ukraine Requirements List (PURL).
Sebaiknya Anda baca juga:
Program PURL diluncurkan NATO pada musim panas 2025. Melalui skema tersebut, negara-negara Eropa dan Kanada membiayai pembelian senjata dari AS untuk kemudian dipasok ke Ukraina.
Sebelumnya, pada Sabtu (10/10), Trump mengatakan Ukraina bersedia mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Ukraina. Namun, ia menuding Zelensky berulang kali menolak penyelesaian yang dapat mengakhiri konflik tersebut.
"Saya rasa Ukraina ingin mencapai kesepakatan," kata Trump kepada awak media, seraya menambahkan bahwa "tetapi entah apa alasannya, Zelensky tidak ingin mencapai kesepakatan".
Trump juga mendesak Ukraina menggelar pemilihan umum dan memilih pemimpin baru yang dinilainya mampu mencapai kesepakatan dengan Moskow.
"Saya sarankan mereka pilih pemimpin baru yang dapat membuat kesepakatan, karena dia seharusnya bisa mencapai banyak kesepakatan, tetapi karena berbagai alasan, tidak dia lakukan," kata Trump pada Sabtu.
"Saya pikir sudah waktunya Ukraina memilih presiden baru," tambahnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!